MES Bidik Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia pada 2030

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyiapkan roadmap lima tahun untuk mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2030.

Ketua Harian Pengurus Pusat MES sekaligus Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pengembangan ekonomi syariah akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi hingga peningkatan peran Indonesia di tingkat global.

Roadmap tersebut dibagi menjadi empat fase. Pada 2026, MES fokus pada fondasi dan konsolidasi melalui penguatan struktur, kelembagaan, serta landasan program.

Tahap berikutnya pada 2027 adalah akselerasi dan ekspansi, dengan memperluas jangkauan program dan meningkatkan dampaknya. Kemudian pada 2028-2029, MES masuk fase penguatan dan skalabilitas untuk memperluas cakupan serta kemitraan hingga tingkat global.

Pada 2030, MES menargetkan fase konsolidasi dan penyempurnaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.

Ferry menilai masukan dari para pakar diperlukan agar kebijakan dan program ekonomi syariah tidak hanya relevan bagi organisasi, tetapi juga sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Ketua Dewan Pakar PP MES K.H Adi Hidayat menilai pengembangan ekonomi syariah juga perlu diikuti peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, sistem dan program yang baik perlu didukung masyarakat yang siap menjadi pelaku ekonomi syariah.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi berharap penguatan ekonomi syariah dapat membangun ekosistem yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global.

Dengan roadmap tersebut, MES menargetkan ekonomi syariah Indonesia tidak hanya tumbuh di dalam negeri, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. [red]

Share berita ini

dialeksis.com