DIALEKSIS.COM | Makkah - Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah mendoakan upaya penyelesaian status dan pengelolaan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, segera menemukan titik terang. Dari Makkah, mantan tahanan politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu berharap kawasan tersebut dapat diserahkan kepada Masjid Raya Baiturrahman apabila terbukti berstatus tanah wakaf.
Nyak Dhien mengatakan, penyelesaian persoalan Blang Padang harus dilakukan secara damai, transparan, dan berlandaskan hukum. Riwayat sejarah kawasan itu juga perlu ditelusuri secara menyeluruh agar keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.
“Dari Makkah, saya berdoa agar Allah memberikan kemudahan sehingga persoalan Blang Padang segera selesai dan dapat diserahkan kepada Masjid Raya. Kalau tanah tersebut memang tanah wakaf, tentu amanah wakaf harus dijaga,” kata Nyak Dhien Gajah dalam keterangannya kepada Dialeksis.com.
Menurut dia, Blang Padang bukan sekadar ruang terbuka di pusat Kota Banda Aceh. Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah, sosial, dan keagamaan bagi masyarakat Aceh. Karena itu, setiap klaim mengenai status kepemilikannya harus dibuktikan melalui dokumen serta ketentuan hukum yang berlaku.
Nyak Dhien juga menyatakan kesiapannya terlibat apabila pemerintah membentuk tim khusus untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
“Saya siap jika dibutuhkan menjadi bagian dari tim khusus percepatan. Ini bukan semata-mata persoalan aset, tetapi juga menyangkut sejarah, wakaf, dan kepentingan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi perhatian Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh terhadap persoalan Blang Padang. Apresiasi itu disampaikan setelah Dek Fadh bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya meninjau langsung kawasan tersebut.
Menurut Nyak Dhien, kunjungan lapangan itu menjadi isyarat adanya keseriusan pemerintah dalam mencari jalan keluar.
“Apresiasi kepada Wakil Gubernur Aceh yang terus fokus menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya Blang Padang. Peninjauan langsung bersama Wamen Bima Arya merupakan langkah baik dan menunjukkan adanya keseriusan,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyelesaian status Blang Padang membutuhkan keterlibatan semua pihak terkait. Dialog, menurut dia, harus dilakukan tanpa mengedepankan kepentingan kelompok ataupun ego sektoral.
“Yang terpenting, persoalan ini diselesaikan dengan baik, sesuai aturan, sejarah, dan amanah wakaf, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Dari Tanah Suci, Nyak Dhien mantan tahanan dan narapidana politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengajak masyarakat Aceh ikut mendoakan agar proses tersebut berlangsung lancar dan menghasilkan kepastian bagi semua pihak.
“Semoga Allah memudahkan langkah Dek Fadh serta memberikan petunjuk kepada para pemimpin dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian persoalan Blang Padang,” kata Nyak Dhien mantan Juru Bicara Garda Pemenangan Mualem–Dek Fadh.
Share berita ini