Revitalisasi Drainase Sagi Onom Aceh Tengah, Kawasan Lebih Tangguh

DIALEKSIS.COM | Takengon - Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan infrastruktur yang rusak. Tetapi juga membangun kawasan yang lebih aman dan tangguh menghadapi risiko bencana serupa.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemerintah pusat dan daerah terus mendorong percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak berhenti terus melakukan percepatan pemulihan rehabilitasi, rekonstruksi pascabencana Sumatra,” ujar Tito.

Di bawah penanganan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tito meminta kementerian untuk menjadikan penanganan sungai rawan banjir sebagai prioritas menjelang puncak musim hujan yang diprediksi November ini.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Sugiono, mengingatkan bahwa pemulihan harus berorientasi jangka panjang dan memperhitungkan potensi bencana serupa pada masa mendatang.

“Pemulihan ini juga harus bersifat jangka panjang dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa,” kata Sugiono dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Senin (26/10/2026).

Arahan tersebut menemukan relevansinya dalam pembangunan drainase dan penanganan bagian turap di kawasan Sagi Onom, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Pekerjaan infrastruktur di lokasi bekas longsor itu kini mencapai progres sekitar 60 persen dengan nilai kontrak Rp399,27 juta.

Penanganan sepanjang sekitar 80 meter tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan fungsi infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap risiko bencana, khususnya yang berkaitan dengan aliran air.

Progres 60 Persen, Hadapi Tantangan Cuaca

Kawasan Sagi Onom masih menyisakan jejak longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Bongkahan batu besar di sekitar lereng dan tepian jalan menjadi pengingat dampak bencana yang sempat mengganggu akses serta aktivitas masyarakat.

Pembangunan drainase dan penanganan turap di kawasan tersebut memiliki masa pelaksanaan 10 September hingga 9 Desember 2026. Pelaksana menargetkan pekerjaan rampung pada 8 Desember 2026.

Meski progres telah mencapai 60 persen, pelaksanaan konstruksi menghadapi sejumlah tantangan teknis. Derasnya aliran air dari bagian atas kawasan, terutama ketika hujan turun, memengaruhi tahapan pekerjaan.

Bahkan, pengecoran harus diulang hingga empat kali pada bagian yang terdampak hujan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembangunan di kawasan bekas bencana membutuhkan penyesuaian teknis terhadap karakteristik lingkungan.

Bagi masyarakat sekitar, pemulihan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Berfungsinya kembali infrastruktur drainase diharapkan dapat mendukung keamanan akses dan kelancaran aktivitas sehari-hari, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Strategi Renduk PRRP Sumatra

Penanganan di Sagi Onom sejalan dengan arah kebijakan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatra 2026-2028. Rehabilitasi infrastruktur sumber daya air sebagai bagian penting pemulihan wilayah terdampak. Pendekatannya menerapkan prinsip build back better, safer, and sustainable, yakni membangun kembali dengan lebih baik, aman, dan berkelanjutan.

Strategi yang dimuat meliputi rehabilitasi dan penguatan tanggul serta tebing sungai pada segmen kritis, pengendalian risiko banjir, penanganan sedimentasi, hingga penyesuaian lokasi dan desain infrastruktur berdasarkan tingkat risiko bencana.

Tito juga menyoroti pentingnya penanganan sedimentasi sungai untuk mengantisipasi banjir susulan. “Karena sedimen ini kalau tidak ditangani, hujan lebat sedikit, banjir lagi,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pemulihan drainase dan pengelolaan aliran air harus menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana, bukan hanya penyelesaian pekerjaan konstruksi. [*]

Share berita ini

dialeksis.com