Satgas PRR Aceh berkoordinasi dengan Pemkab Bireuen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, fasilitas pendidikan, lahan pertanian dan hunian tetap pascabencana.
DIALEKSIS.COM | Bireuen - Rehabilitasi Puskesmas Mon Keulayu di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah mencapai 90 persen. Meski perbaikan bangunan yang rusak akibat banjir masih berlangsung, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.
Kepala Puskesmas Mon Keulayu, Nashanidi, mengatakan rehabilitasi mendapat dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui PT Wijaya Karya (WIKA). Pekerjaan dimulai pada 1 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Namun, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah pekerjaan tertunda, terutama pemasangan lapisan kedap air (waterproofing) pada bagian atap.
“Oktober sudah selesai. Cuma karena musim hujan, ada beberapa pekerjaan yang tertunda, terutama di bagian dak atas yang membutuhkan waterproofing. Saat ini progres Pembangunan sudah sekitar 90 persen,” ujar Nashanidi.
Rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki sejumlah bagian bangunan yang rusak akibat banjir. Kerusakan meliputi plafon aula yang runtuh, penurunan lantai selasar dan salah satu ruang rawat inap.
Kerusakan juga terjadi pada gedung unit gawat darurat (UGD). Perbaikan mencakup pembenahan permukaan bangunan, pelapisan kedap air, dan pengecatan ulang. Sebagian besar pekerjaan telah selesai, sedangkan penyempurnaan di beberapa bagian masih berlangsung.
Agar pelayanan tidak terganggu, pihak puskesmas mengatur pekerjaan secara bertahap, satu gedung demi satu gedung. Saat gedung UGD diperbaiki, pelayanan sementara dialihkan ke gedung rawat inap yang belum difungsikan secara penuh. Gedung tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2027.
“Dari mulai pengerjaan, kami selalu melayani pasien. Pengerjaan bertahap, satu gedung demi satu gedung, supaya pelayanan tidak terganggu,” kata Nashanidi.
Selain perbaikan bangunan, puskesmas masih membutuhkan penggantian sejumlah peralatan medis yang rusak akibat terendam banjir. Peralatan tersebut antara lain ultrasonografi (USG) dan elektrokardiografi (EKG). Salah satu perangkat USG mengalami kerusakan pada bagian catu daya (power supply).
Menurut Nashanidi, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu kendala memenuhi kebutuhan penggantian alat kesehatan tersebut. Satu unit ambulans Puskesmas Mon Keulayu mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Ketua Tim Monitoring Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri, Imran, menekankan pentingnya pemantauan berkala dan pembaruan data untuk memastikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia meminta kegiatan yang telah selesai segera dilaporkan dan masih berlangsung terus dipantau hingga tuntas.
“Dengan begitu, kami bisa melihat langsung perkembangan di lapangan dan memastikan penanganannya sesuai kebutuhan,” ujar Imran.
Satgas PRR Aceh berkoordinasi dengan Pemkab Bireuen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, fasilitas pendidikan, lahan pertanian, dan hunian tetap pascabencana. [*]
Share berita ini