Dana TKD Tambahan untuk Aceh Kembalikan Senyum Anak-anak di TK Pembina Dewantara

DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Komitmen Pemerintah Pusat dan daerah dalam memulihkan wilayah terdampak bencana di Sumatera, kini membuahkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui penyaluran Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp10,6 triliun untuk pemulihan pascabencana, melaju pesat secara transparan dan terukur. 

Dari total alokasi jumbo tersebut, Provinsi Aceh menerima alokasi khusus mencapai sekitar Rp1,65 triliun, ditambah hibah antardaerah senilai Rp287 miliar yang difokuskan bagi wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

TKD tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah -- khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan agar daerah memanfaatkan TKD tambahan tersebut. 

“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Tito.

Dampak positif dari pengucuran anggaran pemulihan ini menyasar langsung sektor-sektor krusial, salah satunya pendidikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, pada Jumat (16/10/2026) malam, mencatatkan realisasi penyerapan anggaran yang terbilang sangat cepat pada sektor pendidikan, yakni mencapai Rp49,62 miliar atau sebesar 49,62 persen dari total pagu yang disediakan.

Masyarakat pun dapat ikut mengawasi secara langsung pemanfaatan dana tersebut. Seluruh perkembangan dan detail realisasi anggaran dipantau secara terbuka melalui portal resmi Pusat Pengendalian Pembangunan Kegiatan (P2K) APBA.

Kecepatan, efisiensi, dan transparansi anggaran ini berbuah manis di lapangan. Salah satu bukti nyatanya terlihat jelas di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina Dewantara yang berlokasi di Gampong Bangkajaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Berubah Total Pascabanjir Setinggi Satu Meter

Sebelum mendapat bantuan revitalisasi, sekolah ini sempat terpuruk akibat terjangan banjir setinggi satu meter. Air merendam fasilitas belajar dan membuat suasana belajar-mengajar terganggu. Namun, senyum kini kembali mengembang di wajah para guru, siswa, dan orang tua murid.

Melalui program pemulihan pascabencana, TK Negeri Pembina Dewantara menerima bantuan revitalisasi empat menu lengkap. Bantuan tersebut mencakup pembangunan satu unit Ruang Kelas Baru (RKB) yang nyaman dan modern, satu unit ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk penanganan medis dasar, fasilitas sanitasi tiga pintu WC yang dilengkapi tempat wudhu bersih, hingga pemasangan pagar keliling demi menjamin keamanan lingkungan sekolah.

Bangunan kelas yang kini berdiri kokoh dan bebas dari genangan air langsung berdampak besar terhadap tingkat kepercayaan masyarakat setempat. Jumlah murid di TK Negeri Pembina Dewantara melonjak drastis. Jika sebelumnya sekolah ini hanya memiliki 19 orang siswa, kini jumlah pendaftar meningkat pesat hingga pembagian kelas B harus dimekarkan menjadi tiga kelompok belajar yang nyaman.

TK Pembina Dewantara yang berlokasi di Gampong Bangkajaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang menerima bantuan pemerintah program revitalisasi satuan Pendidikan. [Foto: Tim Media Satgas PRR]

Tangis Haru Kepala Sekolah dan Kebanggaan Geuchik

Suasana haru tak mampu disembunyikan oleh pihak pengelola sekolah saat melihat perubahan drastis pada fasilitas pendidikan anak-anak tersebut. Kepala TK Negeri Pembina Dewantara, Sri Mulyana, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami dari pihak sekolah, saya selaku Kepala TK Negeri Pembina Dewantara, sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo sebagai Presiden sekarang, kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, dan seluruh pemangku jabatan yang telah mendukung kami sehingga proses belajar mengajar terlaksana dengan baik," ungkap Sri Mulyana dengan suara bergetar penuh haru.

Sri Mulyana menambahkan, kemudahan jalur koordinasi serta efisiensi alokasi dana dari pusat hingga ke daerah membuat proses rekonstruksi sekolah berlangsung sangat cepat tanpa kendala berarti. Setiap rupiah dana bencana benar-benar diwujudkan menjadi fasilitas yang dirasakan langsung oleh anak-anak.

Senada dengan Sri Mulyana, kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh Kepala Desa (Geuchik) Gampong Bangkajaya, Agusri. Ia menyaksikan sendiri bagaimana wajah pendidikan di desanya bangkit dari keterpurukan pascabencana.

"Sebagai geuchik yang sedang memimpin sekarang, saya sangat bangga dan mengucapkan ribuan terima kasih... Alhamdulillah, dengan bantuan pemerintah pusat, semangat anak-anak dalam belajar pun meningkat. Murid semakin bertambah karena pelayanan sekolah sudah mulai bagus," tutur Agusri saat diwawancarai secara terpisah.

Menurut Agusri, bantuan ini tidak sekadar membangun fisik bangunan sekolah yang rusak, tetapi juga berhasil mengembalikan rasa tenang para orang tua dan menyulut kembali semangat belajar anak-anak di Aceh Utara setelah sempat tertekan akibat bencana alam.

Suasana ceria di TK Pembina Dewantara Gampong Bangkajaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang menerima program revitaliasasi. [Foto: Tim Media Satgas PRR]

Satgas PRR: Pemulihan Cepat dan Merata untuk Seluruh Wilayah

Kebijakan perluasan alokasi dana pemulihan ini menegaskan komitmen pemerintah agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok daerah terdampak. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa Presiden secara langsung menginstruksikan percepatan penyaluran dana agar pemulihan tidak menumpuk di kota-kota besar saja.

"Presiden memutuskan seluruh provinsi dan kabupaten/kota diberikan tambahan TKD. Totalnya sekitar Rp10,6 triliun. Ini untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan merata," tegas Tito Karnavian.

Tito menjelaskan bahwa Satgas PRR terus mengawal setiap tahapan rehabilitasi agar infrastruktur dasar, fasilitas umum, dan pusat layanan publik seperti sekolah serta puskesmas dapat kembali berfungsi optimal dalam waktu singkat.

Dengan berfungsinya kembali fasilitas pendidikan seperti di TK Negeri Pembina Dewantara, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatra secara umum dapat berjalan sesuai target, sekaligus mengembalikan optimisme serta senyuman masyarakat. [*]

Share berita ini

dialeksis.com