DIALEKSIS.COM | Soki - Ada sosok tokoh publik di negeri ini, melakukan kejahatan. Dia menjalani hukuman penjara selama 10 tahun karena korupsi. Namun dia bersyukur, penjara telah menempanya menjadi manusia tangguh dan membuatnya benar-benar bertaubat.
Tidak ada manusia yang hidup di muka bumi ini tanpa melakukan kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Namun ketika melakukan kesalahan, kemudian mengakuinya dan memperbaikinya, itulah manusia yang baik.
Dia adalah pemenang pada kontes kecantikan nasional, yaitu Puteri Indonesia 2001 mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian dia terpilih sebagai anggota DPR Republik Indonesia selama dua periode berturut-turut, 2004 - 2009 dan 2009 - 2014 dari Partai Demokrat.
Namun, dia terjerat sebagai terhukum kasus korupsi dan suap terkait pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet Palembang.
“Aku memang menerima (uang korupsi) walaupun menurut aku, tapi aku tidak melakukan sendiri. Daku pernah memberi makan anakku dari uang haram. Semuanya kusesali dan tidak akan kuulangi,” kata wanita yang kini menjadi perhatian karena taubatnya.
Dia adalah Angelina Patricia Pingkan Sondakh, S.E., M.Si. Dia benar-benar menjalani masa pahit dalam penjara yang benar-benar penjara. Pergumulan batin, sampai dia menemukan hidayah yang benar-benar menempanya menjadi muslimah yang baik.
Dalam wawancaranya bersama Rosiana Silalahi di acara Rosi Kompas TV, Kamis (31/3/2022), Angie panggilan akrabnya bercerita blak-blakan bagaimana kehidupannya hingga terjerat korupsi, bagaimana dia menjalani masa pahit di penjara, dan bagaimana keadaannya saat ini.
Penulis sempat dua kali menonton tayangan ini walau durasinya terbilang panjang. Ada rasa haru, perasaan bercampur aduk. Banyak statemen netizen yang salut pada sosok ibu satu anak ini yang ketika dalam penjara dia kehilangan "segalanya". Namun, dia tidak kehilangan Tuhan.
Angie, mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, sudah menjalani hukuman penjara 10 tahun. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Wisma Atlet oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Februari 2012.
Penetapan Angie sebagai tersangka ini berdasarkan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap Wisma Atlet yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
Setelah melalui serangkaian persidangan, pada 10 Januari 2013 majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman 4 tahun 6 bulan penjara terhadap Angie. Ia juga dihukum denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.
Majelis hakim menilai, Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima pemberian uang senilai Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai. Angie banding, tapi majelis hakim di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Angie.
Majelis hakim MA menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp 500 juta. Dua tahun berselang, Angie mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA. Akhir 2015, MA mengabulkan permohonan PK, sehingga vonis Angie dikurangi menjadi pidana penjara 10 tahun ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.
Dalam wawancaranya bersama Rosiana Silalahi di acara Rosi Kompas TV, Kamis (31/3/2022), wanita yang kini kerap berdakwah, berbagi pengalaman, menceritakan bagaimana hingga dia dijebloskan ke penjara.
Menurutnya, di masa ia menjabat, DPR adalah tempat yang sangat kotor sehingga sangat mudah melakukan korupsi. Angie menjabat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
"Jangan sampai ada yang menganggap saya mengatakan itu hari ini. Mudah-mudahan hari ini aku berharapnya bersih. Tapi di era saya, DPR itu sangat kotor," kata Angie.
Angie pun membenarkan ketika Rosiana Silalahi bertanya padanya mengenai betapa mudahnya seorang anggota DPR, terutama anggota Banggar, mendapatkan uang dari proses-proses negosiasi. Dia mengatakan, semua orang yang terkena korupsi pasti berhubungan dengan anggota Banggar.
Tak perlu mencari sumber dana, banyak pihak akan mencari anggota Banggar untuk menegosiasikan setiap anggaran dari program-program pemerintah.
"Semua orang yang kena kasus korupsi itu pasti ada hubungannya dengan anggota Banggar. Di mana semua penetapan anggaran ada di situ. Mudah untuk bernegosiasi, orang akan mencari kita," sebut Angie.
Tidak Korupsi Sendiri
Dalam kasus yang menjeratnya, Angie merasa bahwa dirinya merupakan korban. Angie mengakui bahwa dirinya melakukan korupsi. Namun, perbuatan itu tak dilakukannya seorang diri.
“Aku memang menerima (uang korupsi) walaupun menurut aku, tapi aku tidak melakukan sendiri,” kata dia. Angie menegaskan, praktik korupsi ada di mana-mana dan tidak mungkin dilakukan satu orang saja. Ia yakin perbuatan tersebut melibatkan banyak orang.
“Korupsi di mana-mana, enggak mungkin single fighter. Jadi tiga tahun merenung dan aku give up, aku bilang rasanya sulit mencari orang untuk percaya dan aku terima,” jelasnya.
Bukankah koruptor itu banyak uangnya? Dalam wawancaranya bersama Rosiana, Angie mengungkap alasannya tak membayar uang pengganti sebesar Rp 4,5 miliar dan justru menjalani hukuman kurungan tambahan selama 4 bulan 5 hari.
Angie mengaku, dirinya harus menggunakan uang yang ia miliki untuk membiayai hidup anak dan orang tuanya.
"Saya harus membiayai Keanu (anak Angie), harus membiayai orang tua saya. Mau sebanyak apa harta korupsi nggak akan sampai," katanya.
Ada kisah pilu yang membuat pemirsa terenyuh hatinya ketika Angie berusaha untuk bertemu buah hatinya. Perjuangan yang berat bagi seorang ibu yang menjalani hidup di balik jeruji besi.
Demi bertemu sang buah hati, dirinya sebenarnya ingin membayarkan uang pengganti tersebut supaya tak perlu menjalani hukuman kurungan tambahan. Namun, dia tidak memiliki uang sebanyak yang disangkakan oleh banyak pihak.
"Kalau saya ada duitnya saya pengin bayar, biar saya cepat pulang," kata Puteri Indonesia 2001 itu. Angie harus bekerja memegang cangkul, membersihkan parit, demi dia bertugas di luar, agar dia bisa bersua dengan anaknya Keanu.
Saban hari dia lakukan “kerja bakti” itu, untuk mempermudahkannya bertemu dengan anaknya yang menjenguknya ke penjara. Ketika itu anaknya masih duduk di bangku sekolah, yang harus melalui perjuangan berat untuk bertemu dengan ibundanya.
Hasil kerja kerasnya bergumul dengan lumpur dan sampah dapat sebentar mengobati rasa rindunya bersua dengan sang anak, walau kadang kala hanya bisa menatapnya, bertemu tidak lama, karena keterbatasan waktu.
Semuanya dilalui Angie bertahun-tahun. Penjara telah memisahkanya dengan keluarga, dengan sang buah hati. Namun Angie rela berpeluh keringat, bergumul dengan sampah, asalkan dia bisa bersua dengan permata hati, walau hanya sejenak.
Dalam wawancaranya, Angie juga meminta maaf ke SBY. Dia berkeinginan untuk bisa bertemu dengan para senior Partai Demokrat, termasuk Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kasus korupsi yang mengantarkan Angie ke penjara melibatkan sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk Ketua Umum Demokrat kala itu, Anas Urbaningrum.
“Saya ingin bertemu SBY, karena saya ingin berterima kasih. Kalau beliau berkenan, kan saya bukan siapa-siapa (lagi)," sebut Angie. Dia ingin bertemu dengan SBY untuk menyampaikan terima kasih dan meminta maaf langsung.
“Saya ingin minta maaf, berterima kasih karena saya mungkin sudah menjadi kader yang mencoreng (di Partai Demokrat),” kata dia. Angie juga mendoakan agar SBY dan keluarganya selalu dalam keadaan sehat. “Sekarang saya ikhlaskan dan saya berdoa semoga Pak SBY sekeluarga juga sehat.”
Namun, Angie walau dia merasa dikorbankan dan merasa sendiri dalam menjalani hari-hari penuh pertarungan batin dalam penjara, dia tidak mau menggiring pihak lain untuk ikut bersamanya sebagai tersangka korupsi. Dia mengakui ikhlas menjalaninya, tidak ada dendam, walaupun dia merasakan sendiri.
Muslimah Penghafal Alquran
Tuhan sudah mempersiapkan sekenarionya untuk menempa Angelina Sondakh. Cara Tuhan untuk mengisi dan menguatkan batin Angie, agar dia kembali kepada fitrahnya, dengan memasukan Angie ke dalam penjara. Di sana dia bisa hafal Alquran hingga 15 Juz.
Hingga tahun ketiga di penjara, Angie masih gamang. Batinnya masih beraduk-aduk dan berharap ada pihak lain yang membantunya agar cepat keluar dari jeruji besi ini. Namun rencana Tuhan untuknya jauh lebih baik.
Angie mulai bangkit untuk menempa dirinya agar semakin mengenal Islam. Setelah Islam menyatu dalam tubuhnya karena dia dipersunting Adjie Massaid.
Awalnya artis menemukan agama yang fitrah, setelah dia menikah dengan almarhum Adjie Massaid. (suaminya almarhum ketika Angie menjalani hidup di jeruji besi). Adjie Massaid sudah tiga kali melamar Angie, namun ditolak oleh pihak keluarga.
"Betul, memang karena Mas Adjie. Mas Adjie ini tiga kali datang melamar, ditolak terus. Kata dia 'kayaknya lo harus gue bawa lari deh'. Bener-bener dibawa lari bukan cuma orangnya, agamanya juga," sebut Angelina Sondakh, dikutip dari YouTube Melaney Ricardo, Sabtu (3/6/2022).
Proses mualaf seorang Angelina Sondakh bisa dikatakan cukup unik. Pasalnya ia tidak mengetahui jika di rumah almarhum Adjie sudah ada seorang penghulu.
"Gue datang ke rumahnya itu udah ada penghulu. Bukan penghulu lagi, pindah agama. Terus ditulis nama gue di surat Mualaf, gue ngucapin kalimat syahadat,” sebut Angie. Proses mualaf-nya pun dilakukan bertepatan dengan ulang tahun sang ayah, Lucky Sondakh.
Setelah dalam penjara, Angie benar-benar mendalami Islam. Dia bersatu dengan para wanita tangguh dalam penjara untuk menemukan jati dirinya. Angelina Sondakh mengaku berhasil menghafal 15 juz Al-Qur'an selama berada di balik jeruji penjara.
Wanita yang sudah tertempa oleh penjara ini mengaku banyak menghabiskan waktu membaca Al-Qur'an karena komunikasi yang terbatas selama penjara.
"Kan komunikasi terbatas, aku berharap bisa menelepon kamu, kan enggak mungkin juga, enggak mungkin aku mengganggu kehidupan orang lain," kata Angie dalam YouTube Maia Estianty.
"Ya sudah akhirnya sajadah dan Al-Qur'an jadi teman setia aku, karena aku enggak perlu telpon, enggak perlu ngantre di wartel, kapan pun aku merasa perlu teman tinggal ambil air wudhu, gelar sajadah, salat," sebutnya.
Angie mengaku Al-Qur'an menolong dirinya dalam melewati masa-masa sulit selama di penjara. Ia langsung mengambil Al-Qur'an untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di hati dan pikirannya.
"Kalau aku sedih, aku buka Al-Qur'an, di situ aku dapat jawaban, mungkin rencana Allah bukan rencana kamu, Allah lebih tahu yang terbaik, jadi kadang aku ada pertanyaan-pertanyaan terus aku cari jawabannya di Al-Qur'an," kata Anggie.
Ibu Keanu ini akhirnya rutin membaca Al Qur'an untuk mengisi kehidupan sehari-hari di penjara. Terlebih, lapas tempat ia mendekam juga memiliki program hafalan Al Qur'an. Dalam menghafal Al-Qur'an, Angie dibantu Widya, teman satu kamarnya yang merupakan seorang hafizah (penghafal Al-Qur'an).
"Memang Allah menuntun jalan aku bertemu Widya di satu kamar, yang akhirnya aku yang hafal tiga juz, tapi sama dia kita bisa kebut sampai lima, enam, tujuh, karena sekamar," kata Angie.
Ia mengaku rutin menghafal Al Qur'an bersama Widya setiap hari, mulai dari selepas salat subuh hingga waktu duha. Dalam rentang waktu tersebut, ia bisa menghafal satu juz.
Karena rasa cintanya, Angie semakin intens menghafal Al Qur'an. Semua itu diakui Angie juga atas bantuan Widya saat menyimaknya.
"Pokoknya aku enggak tahu kok tiba-tiba bisa hafal satu juz ya. Apa karena si Widya ini setiap hari juga dia mengimami aku, hafalannya kan lancar, dan dia tajwidnya oke, makhrajnya dapat, tartil lah pokoknya. Jadi ke depannya aku juga mengalir," kata Angie.
Allah sudah memberikan hidayah untuk Angelina Sondakh, penjara sudah menempanya menjadi manusia yang lebih baik bila dibandingkan semasa dia belum masuk jeruji besi.
Angelina Sondakh mendekam di penjara sejak 27 April 2012 atas kasus anggaran Wisma Atlet. Dia akhirnya menghirup udara bebas dari jeruji besi pada Rabu (3/03/2022).
Siapa Angie?
Sosok yang kini sering ditemukan ditayangan YouTube, dan banyak memberi inspirasi, sudah menjalani hari-harinya, tidak seperti dulu lagi ketika dia masih menjadi tokoh publik di gedung parlemen.
Siapa sebenarnya Angie, Dialeksis.com sekilas mengurainya, hasil penelusuran berbagai sumber. Nama lengkapnya Angelina Patricia Pingkan Sondakh, S.E., M.Si.
Angie lahir di Armidale Hospital, Armidale, New South Wales, Australia, 28 Desember 1977. Ia merupakan putri dari Lucky Sondakh, seorang profesor dan mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado.
Ia mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Laboratorium IKIP di Manado, Sulawesi Utara (1983 - 1989) dan Sekolah Menengah Pertama Katolik Pax Christi Manado (1989 - 1992).
Setelah lulus SMP, ia disekolahkan ke Australia. Ia belajar di Presbyterian Ladies College, Sydney, Australia untuk kelas 9-10 dan kelas 11 di Armidale Public High School, Armidale, Australia.
Angie kembali ke Indonesia dan bersekolah di SMA Negeri 2 Manado (1995 - 1996). Kemudian meraih gelar S-1 Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta (1996 - 2000).
Angie menamatkan pendidikan S-2 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dengan predikat cum laude (2006 - 2009). Di tahun 2010 hingga 2011, ia sempat berkuliah tiga semester untuk S-3 Ilmu Komunikasi FISIP UI, namun belum selesai.
Sejumlah kegiatan dan prestasi yang diukir dalam sejarah hidup Angie. Angelina bekerja sebagai Visa Officer untuk PT Australia First (1999 - 2000). Ia lalu bekerja sebagai Direktur Operasional PT Lentera Jaya Manado (2000 - 2001). Ia lalu bekerja sebagai Public Relations and Communication Director PT Royalindo Expoduta (2003 - 2004).
Pada 2004 dan 2009, Angie berhasil terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI. Ia meraih 145.149 suara pada Pemilu 2009.
Prestasinya terbilang keren. Angie, menjadi Duta Pelestarian Orang Utan dan Tarsius Spektrum Pada 2006, ia diangkat sebagai Duta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ia menjadi pendiri Women Act for Humanity and Environment.
Di bidang olahraga, ia menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Indonesia (Percasi) pada 2003 - 2007 dan Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Dalam struktur partai, ia menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Ia juga menjadi pengurus Komisi Perempuan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada 2002 - 2005 dan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP KNPI pada 2008 - 2011.
Angie sudah memberi warna dalam melukis sejarah bumi Pertiwi. Sosok wanita yang sudah bergelut dengan gemilangnya “kejayaan” dan kemudian terhempas hingga merasakan hotel prodeo selama 10 tahun.
Tidak ada manusia yang hidup di muka bumi ini bersih dan suci, semuanya ada melakukan kesalahan. Ketika melakukan kesalahan dan mau memperbaikinya, tidak mengulang lagi dan benar-benar bertaubat, adalah manusia yang baik.
Namun sebaiknya bukan melakukan kesalahan, kejahatan, kemudian baru bertaubat. Hindarilah melakukan kejahatan, namun bila terlanjur melakukan kejahatan, bertaubatlah.
Bumi ini membutuhkan manusia yang mengakui kesalahannya, kemudian memperbaikinya. Tidak ada manusia yang sempurna. [BAGA]
Share berita ini