DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh menerima kunjungan penelitian dari tim yang difasilitasi Sophie’s Sunset Library pada Senin (20/7/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lokakarya manuskrip Aceh yang diselenggarakan bekerja sama dengan SOAS University of London dan naskahsumatra.org untuk mendukung upaya pelestarian serta revitalisasi manuskrip Aceh.
Rombongan peneliti melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah koleksi manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh. Beberapa naskah yang menjadi fokus kajian antara lain Hikayat Siti Latifa, Hikayat Bahasa Jawo/Nabi Bercukur, sejumlah karya Syamsuddin as-Sumatrani, serta naskah karya Jalaluddin Muhammad Kamaluddin.
Kepala Seksi Koleksi dan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan fungsi Museum Aceh sebagai pusat pelestarian dan pengembangan pengetahuan sejarah serta budaya Aceh.
“Museum Aceh terbuka bagi kegiatan penelitian yang bertujuan memperdalam pemahaman terhadap khazanah manuskrip Aceh. Melalui kajian akademik seperti ini, informasi yang terkandung dalam naskah-naskah kuno dapat terus digali dan disebarluaskan kepada masyarakat,” ujar Nurhasanah.
Menurutnya, manuskrip merupakan sumber penting yang merekam perkembangan pemikiran, keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Aceh pada masa lalu. Oleh karena itu, kolaborasi antara museum, peneliti, dan lembaga pelestarian manuskrip perlu terus diperkuat.
Sementara itu, Raihan Lubis dari Sophie’s Sunset Library yang mendampingi rombongan peneliti menjelaskan bahwa kunjungan ke Museum Aceh menjadi salah satu agenda penting dalam lokakarya manuskrip yang berlangsung di Banda Aceh.
“Kami sangat berterima kasih kepada Museum Aceh yang telah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat langsung koleksi manuskrip yang tersimpan di museum. Akses terhadap koleksi ini sangat membantu proses pembelajaran dan penelitian, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mendokumentasikan serta melestarikan warisan manuskrip Aceh,” kata Raihan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari karakteristik fisik naskah, isi kandungan teks, serta aspek konservasi yang diterapkan dalam pengelolaan koleksi manuskrip di Museum Aceh.
Kunjungan penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang kekayaan tradisi intelektual Aceh sekaligus mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru yang berkontribusi pada pelestarian warisan budaya daerah. [*]
Share berita ini