Pameran Tunggal Anni Kholilah di Museum Aceh Angkat Sejarah Jalur Rempah Dunia

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pameran Tunggal karya seniman Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Anni Kholilah, M.Sn, resmi dibuka di Aula Museum Aceh, Jumat (17/7/2026). 

Pameran bertajuk “Aceh Gerbang Jalur Rempah Dunia dengan Rasa yang Terlukis sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis” ini menghadirkan karya-karya yang terinspirasi dari sejarah panjang Aceh sebagai salah satu simpul penting Jalur Rempah Dunia.

Pembukaan pameran dihadiri oleh unsur pemerintah, seniman, budayawan, akademisi, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap seni dan kebudayaan Aceh. Melalui karya-karya yang dipamerkan, pengunjung diajak menelusuri kembali peran Aceh dalam jaringan perdagangan rempah internasional yang telah menghubungkan berbagai bangsa dan peradaban sejak berabad-abad lalu.

Kepala UPTD Museum Aceh menyampaikan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian koleksi sejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan ekspresi budaya yang mempertemukan sejarah dengan kreativitas masa kini.

“Pameran ini menunjukkan bagaimana sejarah dapat dihadirkan kembali melalui pendekatan seni rupa. Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengajak masyarakat memahami identitas dan warisan budaya Aceh dari perspektif yang berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan pameran seni di Museum Aceh merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi museum sebagai ruang publik yang terbuka bagi kolaborasi antara pelaku seni, budaya, dan masyarakat.

Sementara itu, Anni Kholilah menjelaskan bahwa tema Jalur Rempah dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan identitas Aceh. Melalui bahasa visual, ia berupaya menerjemahkan jejak sejarah tersebut menjadi karya yang dapat menghadirkan pengalaman emosional sekaligus reflektif bagi pengunjung.

Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa sekaligus memperkuat pemahaman mengenai posisi strategis Aceh dalam sejarah maritim dan perdagangan dunia.

Museum Aceh menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap semakin banyak seniman yang memanfaatkan museum sebagai ruang berkarya, berdialog, dan memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas.

Pameran Tunggal Anni Kholilah akan berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026, dan terbuka bagi masyarakat yang ingin menikmati karya seni sekaligus menelusuri narasi sejarah Aceh melalui medium lukisan. [*]

Share berita ini

dialeksis.com