Museum Aceh Lakukan Konservasi Berkala Koleksi Rumoh Aceh untuk Jaga Warisan Budaya

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - UPTD Museum Aceh kembali melaksanakan kegiatan konservasi berkala terhadap sejumlah koleksi yang dipamerkan di dalam Rumoh Aceh pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini meliputi pembersihan, pemeriksaan kondisi, serta penataan ulang berbagai koleksi etnografika yang menjadi bagian penting dari representasi kehidupan masyarakat Aceh masa lalu.

Koleksi yang dirawat antara lain tikar tradisional, peralatan pertukangan, perlengkapan dapur, alat rumah tangga, serta berbagai benda budaya lainnya yang dipamerkan di setiap ruang Rumoh Aceh. Proses konservasi dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi fisik koleksi sekaligus memastikan tata pamer tetap rapi dan informatif bagi pengunjung.

Kepala Seksi Preparasi dan Konservasi Museum Aceh, Erni Magdalena, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program konservasi rutin yang dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kelestarian koleksi museum.

“Konservasi berkala merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian koleksi. Selain membersihkan debu dan kotoran yang menempel, kami juga melakukan pemeriksaan kondisi setiap koleksi untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga dapat segera ditangani,” ujar Erni.

Menurutnya, koleksi yang dipamerkan di Rumoh Aceh memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi karena menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Aceh pada masa lalu. Oleh karena itu, perawatan yang berkesinambungan menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian dan keberlanjutan fungsi edukatif koleksi tersebut.

Museum Aceh secara rutin melaksanakan kegiatan konservasi terhadap berbagai jenis koleksi, baik yang dipamerkan maupun yang berada di ruang penyimpanan. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Museum Aceh dalam melestarikan warisan budaya Aceh agar tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. [*]

Share berita ini

dialeksis.com