DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Komunitas Jeunala Jameun menggelar Haul Kesultanan Aceh Darussalam ke-519 di Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para sultan Aceh sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai sejarah, kepemimpinan, dan peradaban yang diwariskan kepada masyarakat Aceh.
Sebanyak 223 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain tokoh adat, para teungku, mahasiswa, dan masyarakat umum, yang bersama-sama mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti seluruh peserta. Dalam apel tersebut dibacakan 21 Wasiat Sultan atau Aceh Code yang memuat nilai-nilai kepemimpinan, keadilan, persatuan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjaga marwah Aceh.
Usai apel, peserta melaksanakan ziarah ke Makam Sultan Iskandar Muda dan dilanjutkan ke Makam Sultan Ali Mughayat Syah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam.
Inisiator Komunitas Jeunala Jameun, T. Iskandar, mengatakan peringatan haul tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan kembali semangat persatuan dan kecintaan terhadap warisan peradaban Aceh.
"Haul ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi mengingatkan kita bahwa Aceh memiliki warisan peradaban yang besar. Nilai-nilai yang diwariskan para sultan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.
Menurut T. Iskandar, Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, baik di bidang pemerintahan, diplomasi, perdagangan, pendidikan, maupun penyebaran Islam.
Karena itu, Jeunala Jameun mendorong Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan untuk menetapkan 23 Juli sebagai Hari Lahir Kesultanan Aceh Darussalam dan menjadikannya sebagai salah satu hari besar bersejarah nasional.
"Penetapan 23 Juli sebagai Hari Lahir Kesultanan Aceh Darussalam merupakan bentuk penghargaan negara terhadap warisan sejarah Aceh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa Indonesia. Kami berharap pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dapat menetapkan tanggal tersebut sebagai hari bersejarah nasional," kata T. Iskandar.
Ia menambahkan, pengakuan resmi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah Kesultanan Aceh Darussalam sekaligus memperkuat upaya pelestarian situs sejarah, manuskrip, adat istiadat, dan budaya Aceh.
Melalui peringatan Haul Kesultanan Aceh Darussalam ke-519, Komunitas Jeunala Jameun berharap semangat para pendiri Kesultanan Aceh terus menjadi inspirasi dalam membangun Aceh yang berdaulat, bermartabat, serta tetap berakar pada nilai-nilai sejarah dan peradaban Islam.
Share berita ini