TTI Minta Kejelasan Pemenang Tender Proyek Banjir Krueng Tamiang Rp664,94 Miliar

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti keterbukaan informasi hasil tender dua paket pembangunan pengendalian banjir Sungai Krueng Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan total pagu anggaran mencapai Rp664,94 miliar.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai hasil akhir tender, terutama terkait nama pemenang, nilai penawaran, dan perkembangan kontrak pekerjaan.

Berdasarkan informasi pada halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang ditinjau, kedua paket tersebut tercatat berstatus “Tender Sudah Selesai”. Namun, informasi penetapan pemenang disebut belum terlihat pada halaman publik tersebut.

“Kalau status tender sudah selesai, informasi mengenai pemenangnya juga perlu dijelaskan secara terbuka. Publik berhak mengetahui hasil proses pengadaan yang menggunakan anggaran negara,” kata Nasruddin Bahar kepada media dialeksis.com, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dua paket pekerjaan tersebut berada di bawah SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Provinsi Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum, dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Paket pertama, Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Krueng Tamiang (Paket 1), memiliki pagu anggaran sebesar Rp239.967.065.000 dengan 39 peserta tender.

Sementara itu, Paket 3 memiliki pagu anggaran Rp424.974.080.000 dengan 44 peserta tender. Jika digabungkan, total pagu kedua paket tersebut mencapai Rp664.941.145.000 atau sekitar Rp664,94 miliar.

TTI meminta Pokja Pemilihan dan satuan kerja terkait menjelaskan hasil akhir kedua proses pengadaan tersebut. Informasi yang perlu dibuka meliputi nama penyedia yang ditetapkan sebagai pemenang, nilai penawaran hasil evaluasi, serta perkembangan penandatanganan kontrak.

“Yang perlu dijelaskan bukan hanya status tender, tetapi juga siapa pemenangnya, berapa nilai penawarannya, dan sejauh mana proses kontraknya,” katanya.

Menurut TTI, keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara. Apabila terdapat kendala penayangan informasi atau perubahan dalam proses pemilihan, pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka.

Pengawasan tersebut dinilai penting mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan pengendalian banjir di Aceh Tamiang. Proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir serta melindungi permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Anggaran yang besar harus diikuti dengan keterbukaan informasi dan pengawasan yang memadai. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana proses pengadaan berlangsung hingga pekerjaan dilaksanakan,” tuturnya.

Share berita ini

dialeksis.com