DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Partai Aceh mulai memperkuat kapasitas pengelolaan organisasi di tingkat sekretariat dengan menggelar Pelatihan Administrasi dan Kesekretariatan Partai Aceh Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di Portola Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, dan diikuti sekitar 85 kader yang merupakan perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh se-Aceh.
Para peserta berasal dari sejumlah unsur sekretariat, mulai dari staf administrasi, pengelola keuangan hingga operator Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).
Ketua Panitia, Muhajir, mengatakan pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan tugas-tugas kesekretariatan. Namun, pelaksanaan tahun ini juga diarahkan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan teknis yang masih ditemukan di tingkat wilayah.
"Kesekretariatan kita masih memiliki sejumlah kekurangan. Karena itu, kapasitas pengurus perlu terus ditingkatkan," ujar Muhajir.
Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penataan administrasi keuangan serta pemutakhiran data Sipol.
Ia menjelaskan, pembaruan data Sipol diperlukan untuk memastikan data kepengurusan partai tetap sesuai dengan kondisi terkini. Hal itu dinilai penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan pemilu berikutnya.
"Kalau tidak kita update, pemilu selanjutnya akan diverifikasi kembali dari awal," katanya.
Muhajir menyebutkan, terdapat sejumlah operator Sipol yang saat ini sudah tidak lagi aktif. Selain itu, perubahan juga terjadi pada struktur kepengurusan karena sebagian pengurus telah berpindah tugas atau menjalankan pekerjaan lain, termasuk mereka yang telah diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Operator Sipol banyak yang sudah tidak aktif. Kemudian ada pengurus yang sudah bertugas di tempat lain, termasuk yang sudah menjadi PPPK dan lainnya," jelasnya.
Karena itu, pembaruan dan penyesuaian data akan dilakukan secara berkala. Partai Aceh menargetkan proses pembenahan tersebut dapat dituntaskan pada tahun ini.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Dr. Teuku Rasyidin, SH. MH, mengatakan pelatihan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pekerjaan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Menurutnya, kualitas pengelolaan sekretariat memiliki keterkaitan dengan kesiapan organisasi dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan partai.
"Pelatihan ini penting karena menyangkut aspek teknis sekaligus persiapan Partai Aceh menghadapi pemilu yang akan datang," ujar Rasyidin.
Ia menyebut sekretariat sebagai bagian penting dalam organisasi politik. Administrasi yang tertata, data yang akurat serta pelayanan internal yang baik diperlukan agar koordinasi organisasi dapat berjalan secara efektif.
"Kesekretariatan bukan hanya persoalan surat-menyurat. Sekretariat merupakan pusat administrasi yang memastikan kebijakan strategis Partai Aceh dapat dijalankan secara cepat, tepat dan akuntabel," katanya.
Rasyidin juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi telah mengubah pola kerja organisasi sehingga pengelolaan informasi dan administrasi dituntut semakin cepat dan efisien.
"Partai dituntut untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang modern," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan sekretariat. Materi meliputi etika dan protokol kesekretariatan, tata persuratan, pengelolaan arsip fisik maupun digital, komunikasi profesional, pengelolaan keuangan serta pemanfaatan teknologi informasi.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada peserta, di antaranya Agussalim, ST., M.Si., Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Aceh; Natasya Amelia Yosa, SE., M.M., dosen Politeknik Kuta Raja; serta Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.
Rasyidin berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia meminta seluruh peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di sekretariat masing-masing.
"Manfaatkan momentum ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Kontribusi saudara di balik layar merupakan bagian penting dalam menunjang kerja organisasi dan menghadapi berbagai agenda politik ke depan," katanya. [nh]
Share berita ini