DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah memperkuat pencegahan dan pengendalian antraks melalui vaksinasi, pemeriksaan ternak, edukasi, serta pendampingan kepada peternak. Pemilik ternak diminta aktif mengikuti program vaksinasi dan segera melapor apabila menemukan hewan sakit atau mati mendadak.
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, mengatakan ternak yang sakit atau mati mendadak tidak boleh langsung disembelih maupun dikonsumsi. Hewan tersebut harus dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan agar dapat diperiksa dan ditangani sesuai prosedur.
“Apabila ada ternak yang sakit atau mati mendadak, sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi. Segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan,” ujar Hendra, Selasa (6/10/2026).
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Kementerian Pertanian mengirimkan 1.000 dosis vaksin antraks sebagai stok penyangga bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketersediaan vaksin di Gunungkidul disebut mencukupi untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain vaksin, pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan desinfektan untuk mendukung dekontaminasi lingkungan yang berisiko terpapar spora antraks. Penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah, petugas kesehatan hewan, sektor kesehatan, dan unsur terkait lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan masyarakat telah mendapat edukasi mengenai pentingnya pelaporan ternak sakit atau mati, termasuk melalui pendekatan budaya seperti kesenian tradisional.
Pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme dukungan bagi warga yang melaporkan kematian ternak dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut diharapkan mendorong masyarakat memilih jalur pelaporan dan pemeriksaan, bukan menyembelih atau mengonsumsi ternak yang berisiko.
Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi waspada. Vaksinasi, pelaporan cepat, pemeriksaan, dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi langkah penting untuk melindungi ternak sekaligus mencegah risiko antraks terhadap kesehatan manusia. [in]
Share berita ini