DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pemerintah Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menggelar sosialisasi pendidikan politik dan peningkatan pemahaman etika serta budaya politik di Aula Hotel Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, selama dua hari yaitu di tanggal 29-30 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Ketua panitia, Agussalim, mengatakan kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi. Pada hari pertama, sosialisasi diikuti 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pemuda, tokoh agama, dan kader partai politik. Sementara pada hari kedua, sebanyak 50 siswa SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen mengikuti kegiatan sebagai bagian dari pembinaan bagi pemilih pemula.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai etika dan budaya politik, sekaligus membekali generasi muda agar menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika menggunakan hak pilihnya," ujar Agussalim.
Sosialisasi menghadirkan empat narasumber, yakni Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen Mukhtaruddin, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen Saiful Hadi, S.E., M.M., serta Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen Rahmad, S.Sos., M.AP.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A., menyampaikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Bireuen pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya mencapai sekitar 73 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tingginya tingkat partisipasi harus diiringi dengan meningkatnya kualitas pemahaman politik masyarakat. Politik, menurutnya, bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau penyelenggara pemilu, melainkan menyangkut seluruh warga negara yang memiliki hak untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan.
"Seluruh masyarakat harus memahami politik dengan baik karena melalui pilihan yang kita tentukan akan lahir pemimpin yang memimpin daerah maupun negara. Karena itu, gunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab," kata Munawar.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu yang menyesatkan maupun politik yang mengedepankan kepentingan sesaat. Sebaliknya, masyarakat perlu mengenali rekam jejak, integritas, kapasitas, serta visi dan misi setiap calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.
Khusus kepada para siswa SMA yang mengikuti kegiatan pada hari kedua, Munawar berharap pendidikan politik sejak dini dapat membentuk karakter pemilih pemula yang kritis, rasional, serta mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Pendidikan politik tidak berhenti di ruang sosialisasi. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya berpolitik secara cerdas, beretika, dan bertanggung jawab," tutupnya.[mrz]
Share berita ini