DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Sebanyak 460 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe resmi dipindahkan ke gedung baru di kawasan Punteut, Kota Lhokseumawe, Sabtu (1/8/2026).
Relokasi yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sistem keamanan, sekaligus mengurangi kepadatan hunian (overcrowding) di gedung lama.
Proses pemindahan dipantau langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, bersama jajaran. Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Tatan Dirsan Atmaja, juga hadir memberikan arahan sekaligus mengawasi seluruh tahapan relokasi.
Sebelum proses pemindahan dimulai, seluruh personel mengikuti Apel Pasukan Gabungan yang dipimpin Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penerapan prosedur operasional standar (SOP), kesiapan armada, kesiapsiagaan personel, hingga pengamanan yang tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Sebanyak 191 personel gabungan diterjunkan dalam proses relokasi. Mereka terdiri dari petugas Lapas Lhokseumawe, Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah sekitar, personel Polres Lhokseumawe, Brimob, serta Kodim 0103/Aceh Utara.
Pemindahan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter guna memastikan seluruh warga binaan dapat dipindahkan dengan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, mengatakan relokasi tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
"Relokasi ini merupakan langkah konkret dan strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menyediakan hunian yang lebih aman, representatif, dan manusiawi. Gedung baru di Punteut memiliki sarana dan prasarana yang jauh lebih memadai untuk mengurai keterbatasan kapasitas gedung lama, sekaligus mendukung optimalisasi program pembinaan kepribadian maupun kemandirian bagi para warga binaan," ujarnya.
Menurut Ramdani, keberhasilan relokasi merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Ia optimistis keberadaan gedung baru akan membuat proses pembinaan berjalan lebih optimal, aman, serta tetap menghormati hak-hak warga binaan.
"Kami mengapresiasi dukungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta sinergi TNI, Polri, dan seluruh unsur yang telah memastikan kegiatan ini berlangsung dengan aman dan lancar," katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah menyukseskan proses relokasi.
"Alhamdulillah seluruh warga binaan berhasil dipindahkan dengan aman, tertib, dan sesuai rencana. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara seluruh pihak yang terlibat. Dengan menempati gedung baru di Punteut, kami siap memberikan pelayanan, pembinaan, dan pengamanan yang lebih optimal bagi warga binaan maupun masyarakat," ujarnya.
Gedung baru Lapas Lhokseumawe di kawasan Punteut dilengkapi berbagai fasilitas yang lebih representatif untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat sistem pengamanan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi warga binaan maupun masyarakat. [*]
Share berita ini