DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Panitia Pelaksana Kongres II Partai Nanggroe Aceh (PNA) menetapkan kontribusi sebesar Rp100 juta sebagai salah satu syarat bagi bakal calon Ketua Umum PNA periode 2026 - 2031.
Ketentuan tersebut berlaku dalam proses penjaringan yang dibuka mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, didampingi Panitia Pengarah Abaty Arongan Tgk. H. Syakya Sofyan dan Abu Tausi Zamzami, mengatakan pembukaan pendaftaran merupakan bagian dari tahapan menuju Kongres II PNA yang akan digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.
“Pembukaan pendaftaran bertujuan menjaring figur terbaik yang dinilai mampu membawa PNA semakin berkembang ke depan,” kata Nurdin, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan hasil rapat konsolidasi seluruh DPW PNA di Hotel Keumala pada 25 Juli 2026, panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi bakal calon ketua umum.
Selain memiliki pengalaman kepengurusan di tingkat DPW maupun DPP PNA minimal lima tahun, bakal calon juga harus memperoleh dukungan dari sedikitnya 30 persen kabupaten/kota atau tujuh DPW PNA.
Di samping itu, setiap kandidat diwajibkan menyetor kontribusi pelaksanaan kongres sebesar Rp100 juta.
Nurdin menegaskan, persyaratan tersebut ditetapkan karena DPP PNA akan menghadapi berbagai agenda strategis setelah Kongres II.
“Persyaratan tersebut menjadi ketentuan utama karena DPP PNA juga akan menjalani agenda-agenda besar setelah pelaksanaan Kongres II, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi agenda politik maupun mengawal program-program pro rakyat dalam pemerintahan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Momentum Memperkuat Konsolidasi
Nurdin menambahkan, Kongres II PNA menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Selain itu, hasil kongres diharapkan mampu memperkuat peran partai dalam mengawal berbagai program yang berpihak kepada masyarakat Aceh.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Aceh agar Kongres II PNA yang akan berlangsung pada 8–9 Agustus di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh berjalan lancar, melahirkan figur terbaik, dan menetapkan program-program pro rakyat menuju Aceh Baru yang lebih baik secara ekonomi, demokratis, dan modern,” pungkasnya.[]
Share berita ini