Korban Penembakan di Tiro Perlu Pendampingan Psikologis

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie diminta memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga korban penembakan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Wakil Ketua Bidang Hukum Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (Fokusgampi) Banda Aceh, Annas Maulana, mengatakan penanganan terhadap korban tidak cukup hanya melalui pengobatan fisik, tetapi juga harus mencakup pemulihan kondisi psikologis pascainsiden.

Annas mengatakan, peristiwa tersebut berpotensi meninggalkan trauma bagi korban, keluarga korban, maupun masyarakat yang menyaksikan atau terdampak langsung.

"Kami meminta Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie memberikan pendampingan psikologis kepada para korban dan keluarga. Pemulihan trauma ini penting agar mereka tidak menghadapi dampak peristiwa tersebut sendirian," kata Annas kepada media dialeksis.com, Minggu, 8 November 2026.

Ia menilai, pemerintah perlu menghadirkan tenaga profesional untuk memberikan layanan trauma healing secara berkelanjutan, terutama bagi korban yang mengalami langsung peristiwa penembakan dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Selain pemulihan psikologis, Annas juga meminta Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka ditanggung hingga mereka benar-benar pulih, termasuk warga yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tgk Abdullah Syafi’i maupun rumah sakit rujukan lainnya.

"Kami meminta pemerintah memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka ditanggung hingga mereka pulih," ujarnya.

Annas turut meminta pemerintah memberikan santunan atau bantuan yang layak kepada keluarga korban meninggal dunia. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu keluarga menghadapi kondisi sulit, termasuk dari sisi sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, Fokusgampi meminta pemerintah memfasilitasi pendampingan hukum bagi korban dan saksi agar mendapatkan perlindungan serta dapat memberikan keterangan tanpa tekanan maupun intimidasi.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus penembakan tersebut secara objektif dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum.

Fokusgampi, lanjut Annas, mengecam tindakan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.

"Masyarakat Tiro juga harus mendapatkan perhatian dari Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie. Jangan sampai korban dan keluarganya menghadapi persoalan ini sendirian. Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini agar hak-hak korban terpenuhi," tutupnya.

Share berita ini

dialeksis.com