DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026 - 2031 mulai memanas. Klaim dukungan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang dikantongi dua kandidat kini menjadi sorotan karena sejumlah nama daerah tercatat berada dalam daftar dukungan kedua kubu.
Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya klaim bahwa Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mendapat dukungan dari 21 DPC Demokrat se-Aceh.
Pasalnya, Nurdiansyah menyebut dirinya sebelumnya telah mengantongi 18 surat dukungan resmi dari DPC Partai Demokrat se-Aceh yang dibawanya sebagai salah satu persyaratan pencalonan.
“Saya mendapat dukungan dari 18 DPC, sementara 21 DPC diklaim memberi dukungan pada Pak Sayuti,” kata Nurdiansyah saat dihubungi Dialeksis.com, Selasa (11/8/2026).
Meski muncul perbedaan klaim dukungan, Nurdiansyah memilih tidak memperuncing persoalan tersebut. Ia menyerahkan proses verifikasi hingga keputusan akhir kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Menurutnya, DPP memiliki mekanisme tersendiri untuk menilai keabsahan dukungan sekaligus menentukan sosok yang akan memimpin Demokrat Aceh lima tahun ke depan.
“Semua kita serahkan saja pada DPP, pada keputusan Ketua Umum AHY,” ujarnya.
Nurdiansyah mengaku tetap optimistis menghadapi tahapan Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Aceh. Ia meyakini DPP akan mengambil keputusan berdasarkan mekanisme partai dan mempertimbangkan kepentingan Demokrat Aceh ke depan.
“Saya optimis keputusan DPP akan adil dan memberikan yang terbaik untuk Ketua DPD Partai Demokrat Aceh,” katanya.
18 DPC Disebut Sudah Teken Dukungan
Saat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah membawa 18 surat dukungan dari DPC kabupaten/kota.
Dukungan tersebut disebut berasal dari DPC Demokrat Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue.
Namun, pada hari yang sama, Sayuti Abubakar juga resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Demokrat Aceh dengan mengklaim mengantongi dukungan 21 DPC.
Sayuti mengatakan dukungan tersebut merupakan dukungan nyata karena sejumlah ketua maupun perwakilan DPC hadir langsung mendampinginya saat menyerahkan berkas pencalonan kepada panitia Musda.
“Saya merasa sangat bangga hari ini hadir 21 DPC yang memberi dukungan kepada saya,” kata Sayuti usai menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Banda Aceh.
Sayuti menegaskan dukungan yang dibawanya bukan hasil rekayasa. Menurutnya, kehadiran para ketua maupun perwakilan DPC saat pendaftaran menjadi bukti dukungan tersebut.
“Dukungan yang saya bawa hari ini bukan rekayasa. Buktinya yang memberi surat dukungan juga ikut membersamai kita hari ini mendaftar ke sini,” tegasnya.
Sayuti menyebut dukungan 21 DPC menjadi modal penting untuk membangun dan memperkuat kembali Partai Demokrat di Aceh.
“Dengan dukungan yang bisa dikatakan full ini, insyaAllah kita akan membawa Demokrat lebih berjaya,” ujarnya.
Dukungan kepada Sayuti disebut berasal dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, Kota Sabang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Selatan, Pidie Jaya, Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Utara, dan Subulussalam.
Jika kedua daftar tersebut disandingkan, terlihat sejumlah DPC muncul dalam klaim dukungan kedua kandidat. Kondisi ini membuat proses verifikasi dukungan menjadi salah satu bagian penting menjelang penentuan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.
Pada akhirnya, keabsahan surat dukungan serta mekanisme pencalonan akan diuji melalui tahapan Musda dan proses internal Partai Demokrat sebelum keputusan akhir ditetapkan DPP. [*]
Share berita ini