DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) periode 2026-2031. Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Panitia Kongres II PNA yang berlokasi di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Senin (3/8/2026).
Rahul menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pencalonan kepada Panitia Steering Committee (SC) Kongres II PNA. Kehadirannya disambut jajaran panitia kongres dan sejumlah pengurus partai dari berbagai daerah yang turut memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
Berkas pendaftaran Misbahul Munir diterima langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Kongres II PNA, Zamzami A. Rani atau yang akrab disapa Abu Tausi, didampingi anggota SC serta Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli.
Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, dalam rilisnya yang diterima redaksi, Senin, 3 Agustus 2026 mengungkapkan hingga hari ketiga masa pendaftaran, Misbahul Munir telah mengantongi dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA di kabupaten/kota.
Sementara itu, lima DPW lainnya hingga kini masih belum menentukan sikap terkait dukungan terhadap bakal calon Ketua Umum PNA.
"Sebanyak 18 DPW telah memberikan dukungan kepada Misbahul Munir. Namun masih ada lima DPW yang belum menentukan sikap," ujar Tgk. Nurdin Ramli.
Meski demikian, ia menegaskan dukungan yang telah diberikan oleh DPW bukan bersifat final. Sesuai mekanisme organisasi, setiap DPW masih memiliki hak untuk mengubah ataupun menarik dukungannya sebelum tahapan penetapan calon resmi dilaksanakan.
Selain itu, panitia juga masih membuka peluang bagi kader lain yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PNA selama masa pendaftaran masih berlangsung.
"Kami tetap membuka kesempatan bagi kader lainnya untuk ikut mendaftar. Dinamika organisasi tetap terbuka hingga batas akhir pendaftaran," katanya.
Sementara itu, Misbahul Munir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus DPW PNA yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap pencalonannya.
Menurut Rahul, dukungan tersebut menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan membangun kembali soliditas internal partai serta mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Partai Nanggroe Aceh.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPW yang telah memberikan dukungan. Kebersamaan ini sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali PNA yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dalam dinamika politik Aceh," ujarnya.
Rahul menegaskan seluruh persyaratan administrasi pencalonan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia Kongres II PNA.
Apabila dipercaya memimpin PNA periode 2026-2031, ia berkomitmen melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh, mulai dari memperkuat struktur kepengurusan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, hingga mengaktifkan kembali mesin partai di seluruh wilayah Aceh.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengumpulkan kembali kader-kader terbaik PNA untuk memperkuat konsolidasi internal serta membangun semangat baru dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Rahul juga menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepemimpinannya nanti adalah memastikan Partai Nanggroe Aceh mampu lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebagai peserta Pemilu berikutnya.
"Kami akan bekerja keras agar PNA kembali menjadi partai yang diperhitungkan. Seluruh kader akan dirangkul kembali, komunikasi akan diperkuat, dan kami akan mempersiapkan partai agar lolos seluruh tahapan verifikasi sebagai peserta Pemilu mendatang," katanya.
Selain membangun kembali kekuatan internal partai, Rahul juga berkomitmen membuka ruang yang lebih luas bagi kader muda untuk berkontribusi dalam organisasi serta memperkuat hubungan dengan masyarakat di seluruh Aceh.
Kongres II Partai Nanggroe Aceh dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Agustus 2026 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh. Forum tersebut akan menjadi momentum penting bagi PNA untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus menyusun strategi menghadapi dinamika politik Aceh dan persiapan menuju Pemilu mendatang. [*]
Share berita ini