Upaya TRK Berbuah Hasil, Susi Air Siap Kembali Terbang dari Nagan Raya

DIALEKSIS.COM | Nagan Raya - Bupati Nagan Raya, TR Keumangan (TRK), menyebut maskapai Susi Air dijadwalkan kembali melayani penerbangan dari Bandara Cut Nyak Dhien menuju Medan dan Banda Aceh mulai 2 November 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan TRK dengan pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Untuk tujuan Medan, penerbangan direncanakan berlangsung empat kali sepekan. Sementara itu, layanan menuju Banda Aceh dijadwalkan dua kali sepekan.

“Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi bandara sebagai akses transportasi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai kepentingan pembangunan daerah,” jelas TRK kepada Dialeksis saat dikonfirmasi ulang, Jumat (23/10/2026).

Menurut TRK, penerbangan reguler berperan dalam mendukung mobilitas warga sekaligus memperluas hubungan ekonomi Nagan Raya dengan daerah tujuan. Kembalinya layanan udara diharapkan membuka peluang usaha serta menunjang investasi dan pembangunan daerah.

Upaya itu berlangsung setelah aktivitas penerbangan di Bandara Cut Nyak Dhien menurun sejak pandemi COVID-19 pada 2020. Pemkab menjalin komunikasi dengan operator agar layanan udara kembali berjalan.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan gambaran mengenai aktivitas bandara tersebut. Pada bagian lalu lintas udara tahun 2025, laman resmi Ditjen Hubud mencatat jumlah penumpang sebanyak 392 orang.

Bandara Cut Nyak Dhien berada di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Bandara domestik berstatus Kelas II itu dikelola unit pelaksana teknis Ditjen Hubud dan memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter dengan lebar 30 meter.

Dengan aktivitas penumpang yang masih terbatas, rencana pembukaan kembali dua rute ini menjadi kesempatan memperluas pemanfaatan fasilitas bandara. Manfaatnya bagi masyarakat akan bergantung pada kesinambungan layanan dan kemudahan mengakses penerbangan.

Pengumuman Pemkab baru memuat rencana tanggal mulai dan frekuensi penerbangan. Rincian hari keberangkatan, jam terbang, tarif, serta mekanisme pembelian tiket masih perlu dipastikan kepada operator sebelum masyarakat merencanakan perjalanan.

Share berita ini

dialeksis.com