DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menurunkan tim pengawasan untuk menginvestigasi ledakan dan kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang terjadi pada Rabu (1/7/2026).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menewaskan seorang pekerja dan melukai tujuh lainnya. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi prioritas utama dalam operasional industri.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar Menperin, Jumat (3/7/2026).
Menurut laporan awal, ledakan diduga dipicu kegagalan pada tabung sterilisasi bertekanan tinggi setelah terjadi lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas kemampuan alat. Ledakan memicu kebakaran dan menyebabkan sebagian bangunan pabrik runtuh.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan seluruh aktivitas produksi di pabrik telah dihentikan sementara untuk mendukung proses penyelidikan. Tim Pengawasan dan Pengendalian Kemenperin juga telah diterjunkan untuk melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan.
Kemenperin menyatakan akan terus memantau proses investigasi dan mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur untuk melakukan pemeriksaan serta kalibrasi mesin produksi secara berkala guna mencegah kecelakaan serupa.[in]
Share berita ini