DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas agar tidak menganggap pensiun sebagai akhir dari pengabdian. Menurutnya, masa pensiun justru dapat menjadi kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna, mengembangkan potensi diri, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Illiza kepada Dialeksis seusai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Purna Tugas ASN yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banda Aceh pada 15 - 16 Oktober 2026.
“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Masih banyak hal baik yang bisa dilakukan untuk orang-orang di sekitar kita,” ujar Illiza.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ASN yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, serta kemampuan mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Illiza, pengalaman selama bertahun-tahun menjadi ASN merupakan modal berharga yang tetap dapat dimanfaatkan setelah memasuki masa pensiun. Pengabdian tidak harus berhenti ketika seseorang tidak lagi menjalankan rutinitas pekerjaan di kantor.
“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Bapak dan Ibu selama ini. Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan tetap produktif. Masa pensiun hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan banyak hal positif yang mungkin selama ini belum sempat dikerjakan,” katanya.
Illiza menilai, salah satu tantangan yang dihadapi ASN menjelang pensiun adalah menyesuaikan diri dengan perubahan rutinitas dan lingkungan sosial. Setelah bertahun-tahun terbiasa dengan aktivitas kedinasan, sebagian orang berpotensi mengalami kesulitan ketika tidak lagi memiliki jadwal kerja seperti sebelumnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mental agar para ASN dapat menjalani masa purna tugas dengan optimistis. Waktu yang lebih luang dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan keluarga, menjaga kesehatan, meningkatkan ibadah, serta memperluas kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal.
Ia juga mendorong para ASN agar tetap mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan pengalaman yang telah diperoleh selama bekerja. Berbagi pengetahuan kepada generasi muda, terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, hingga mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan merupakan sejumlah pilihan yang dapat dilakukan setelah pensiun.
“Produktif itu tidak selalu berarti harus memiliki pekerjaan atau usaha baru. Berbagi ilmu, mendampingi keluarga, membantu masyarakat, dan aktif dalam kegiatan sosial juga merupakan bentuk pengabdian yang sangat berarti,” ujarnya.
Selain kesiapan mental, Illiza mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan menjelang masa pensiun. Menurut dia, pengelolaan keuangan yang bijaksana diperlukan agar para ASN dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga dengan lebih tenang dan mandiri.
Ia berharap para calon pensiunan mulai memperhitungkan kebutuhan rutin, biaya kesehatan, serta penggunaan tabungan secara cermat. Keputusan keuangan maupun rencana usaha setelah pensiun juga perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Bimtek Persiapan Purna Tugas ASN yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 65 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang akan memasuki batas usia pensiun pada November 2026 hingga November 2027.
Kegiatan itu mengusung tema Mempersiapkan Masa Pensiun yang Produktif, Mandiri, dan Sejahtera melalui Penguatan Mental, Literasi Keuangan, dan Kewirausahaan. Materi yang diberikan meliputi penguatan mental, literasi keuangan berbasis prinsip syariah, kewirausahaan, serta kunjungan lapangan ke sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banda Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap para ASN memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi perubahan setelah purna tugas, baik dari sisi psikologis, sosial, maupun ekonomi.
Illiza menegaskan, berakhirnya masa kerja tidak menghapus nilai pengabdian seseorang. Ia berharap para ASN yang memasuki masa pensiun tetap menjalani kehidupan secara aktif, menjaga silaturahmi, dan terus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Jangan berhenti melakukan hal-hal baik hanya karena sudah pensiun. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting, tetap sehat, bahagia, dan terus memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Illiza.
Share berita ini