DIALEKSIS.COM | Redelong - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bener Meriah menyiapkan sejumlah program prioritas pada Tahun Anggaran 2026 dengan fokus pada pengelolaan persampahan, pengendalian pencemaran, rehabilitasi kawasan terdampak bencana, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Bener Meriah, Hj. Susnaini, S.Ag., mengatakan, program tersebut disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bener Meriah 2023-2026 sekaligus menyesuaikan kebutuhan pemulihan pascabanjir dan bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025.
Pada sektor persampahan, DLH akan mengoptimalkan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), memperkuat keberadaan bank sampah, meningkatkan layanan pengangkutan sampah, serta melengkapi sarana dan prasarana kebersihan.
Menurut Susnaini, langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, DLH akan memperkuat pengendalian pencemaran melalui pemantauan kualitas air sungai, pengawasan limbah domestik dan pasar, serta memastikan pelaku usaha mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.
"Program ini bertujuan menjaga kualitas lingkungan hidup sekaligus melindungi kesehatan masyarakat," kata Susnaini, Senin (27/7/2026).
Sebagai bagian dari pemulihan pascabencana, DLH juga akan melaksanakan rehabilitasi lahan kritis, penghijauan kawasan rawan longsor, penanaman pohon di daerah aliran sungai (DAS), serta pembersihan kawasan yang terdampak banjir.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana melalui pendekatan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, DLH juga menaruh perhatian pada peningkatan kesadaran masyarakat melalui pembinaan bank sampah, Gerakan Jumat Bersih, kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan sekolah berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata.
Susnaini menegaskan, keberhasilan menjaga kualitas lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Melalui berbagai program yang telah disusun, kami berharap kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bener Meriah terus meningkat, pelayanan kebersihan semakin optimal, serta tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah optimistis rangkaian program tersebut dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada masa mendatang. [*]
Share berita ini