DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Pemerintah Federal Jerman dan PT Bayer Indonesia untuk memperkuat ketersediaan Suplemen Mikronutrien Ganda (MMS) bagi ibu hamil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Produksi MMS dilakukan secara lokal di fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Bayer menginvestasikan Rp99 miliar untuk pengembangan riset dan lini produksi. Fasilitas tersebut kini mampu menghasilkan hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun.
Kapasitas itu ditargetkan dapat mendukung kebutuhan sekitar 4,9 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahun sekaligus membuka peluang ekspor ke 42 negara.
MMS merupakan suplemen ibu hamil berstandar global UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial. Kemenkes menilai pemenuhan nutrisi ibu selama kehamilan penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak sejak dalam kandungan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta akses nutrisi yang merata bagi ibu hamil di seluruh Indonesia.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas Bayer Cimanggis menggunakan panel surya seluas 1,66 hektare. Energi bersih tersebut memasok 43 persen kebutuhan operasional pabrik dan mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton per tahun.
Pemerintah menargetkan ketersediaan MMS berkualitas dapat menjangkau calon ibu secara lebih merata sebagai langkah preventif menekan angka stunting di Indonesia. [in]
Share berita ini