BPBD Bener Meriah Imbau Warga Waspada Hujan Lebat, Ancaman Longsor Mengintai

DIALEKSIS.COM | Redelong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh, termasuk Bener Meriah.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga pohon tumbang. Kondisi ini juga dapat mengganggu akses jalan dan infrastruktur.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP, MAP, meminta warga yang tinggal di sekitar sungai, daerah rawan banjir, lereng, dan kawasan perbukitan agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras berlangsung lama.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Jika terjadi hujan lebat dalam durasi lama, warga di daerah rawan bencana harus lebih berhati-hati terhadap potensi bencana,” kata Ilham, Senin (12/10/2026).

Ia mengingatkan warga untuk mengenali tanda-tanda bahaya, seperti kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba, air sungai berubah keruh, munculnya retakan tanah, serta guguran material dari lereng.

BPBD juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta menjauhi pohon besar dan baliho ketika angin kencang. Warga diminta memastikan saluran air tidak tersumbat dan menyiapkan kebutuhan darurat keluarga.

Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Jika kondisi lingkungan membahayakan atau ada arahan evakuasi, warga diminta segera menuju tempat yang lebih aman.

Bener Meriah Berstatus Siaga Darurat

Ilham menyebut Kabupaten Bener Meriah saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Bener Meriah Nomor 360/520/SK/2026.

Seiring dengan status tersebut, BPBD meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan wilayah rawan, penyiapan personel dan peralatan, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI/Polri, dan unsur terkait lainnya.

“Kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Kami meminta masyarakat saling mengingatkan dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat. Utamakan keselamatan jiwa dan jangan menunggu sampai situasi membahayakan untuk mengambil tindakan,” tegasnya.

BPBD Bener Meriah turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan petugas dan perkembangan informasi resmi pemerintah. [*]

Share berita ini

dialeksis.com