Bantuan Pertanian Gayo Lues Diperketat, Kelompok Tani Tak Serius Di-blacklist

DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Pemereintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Aceh, memperketat pengawasan penyaluran bantuan pertanian. Bupati Gayo Lues Suhaidi menegaskan bantuan pemerintah harus benar-benar diwujudkan menjadi kebun yang tertanam, sawah yang kembali produktif, dan peningkatan ekonomi petani.

Penegasan itu disampaikan Suhaidi saat memimpin rapat koordinasi bersama Plt Sekda Gayo Lues H Irwansyah dan jajaran kepala SKPK. Rapat membahas percepatan pengembangan kopi melalui Geretek Kopi serta rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana.

Program pengembangan kopi ditargetkan mencapai 2.500 hektare. Dinas Pertanian melaporkan 1.813 hektare telah melengkapi administrasi, titik koordinat poligon, dan e-budgeting. Sementara 687 hektare lainnya masih dalam proses melengkapi administrasi dan input ke sistem kementerian.

Pemkab Gayo Lues juga menyiapkan rehabilitasi kebun kopi seluas 300 hektare. Selain itu, usulan rehabilitasi 1.000 hektare kebun kopi terdampak bencana masih dalam proses verifikasi pemerintah pusat.

Suhaidi meminta pengawasan dilakukan sejak bantuan diserahkan hingga bibit benar-benar ditanam dan dirawat. Bahkan, kelompok tani yang tidak serius mengelola lahan atau menjual bibit bantuan akan dikenai sanksi berupa blacklist.

"Satu atau dua ASN akan ditugaskan mengawasi kelompok tani di desa domisilinya. Kita pastikan bibit benar-benar ditanam dan lahannya dirawat. Kalau ada kelompok yang tidak bersungguh-sungguh atau menjual bibit bantuan, kita akan ambil tindakan tegas berupa blacklist," kata Suhaidi.

Untuk mencegah bantuan tidak tepat sasaran, pencairan biaya tanam juga akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan lahan. Buku tabungan bantuan sementara dipegang dinas dan dana baru dicairkan setelah lubang tanam dipastikan siap.

Sawah Rusak Pascabencana Dipulihkan

Selain perkebunan kopi, Pemkab Gayo Lues mempercepat pemulihan sawah yang rusak akibat banjir bandang. Penanganan 216 hektare sawah rusak ringan telah disiapkan.

Untuk sawah rusak sedang, tim teknis telah melakukan pemetaan poligon dan menyusun desain penanganan bersama pemerintah pusat. Pengerjaan fisik ditargetkan selesai dalam 45 hari dengan dukungan alat berat.

Suhaidi menegaskan program pemulihan pertanian harus memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan harus kembali menjadi penggerak ekonomi Gayo Lues setelah bencana.

"Bantuan harus dirasakan oleh petani yang benar-benar berkomitmen berkebun. Kita ingin sektor pertanian dan perkebunan ini betul-betul menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Gayo Lues pascabencana," tegasnya. [*]

Share berita ini

dialeksis.com