DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh memperkuat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Juli-September 2026 agar bantuan beras pemerintah dapat diterima masyarakat yang berhak.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh, Budi Sultika, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap melalui jaringan kantor cabang BULOG di berbagai daerah di Aceh.
Hingga 18 Agustus 2026, realisasi penyaluran Banpang di seluruh wilayah kerja BULOG Kanwil Aceh mencapai 186.930 kilogram atau sekitar 186,93 ton dari total target 24.771.870 kilogram atau 24.771,87 ton. Realisasi tersebut mencapai sekitar 0,75 persen.
“Penyaluran terus kami lakukan secara bertahap. Yang paling penting bantuan ini bisa sampai kepada masyarakat yang memang menjadi penerima,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Penyaluran sementara tercatat melalui beberapa wilayah kerja, yakni Kanwil Aceh sebanyak 11.010 kilogram, Kancab Langsa 74.070 kilogram, Kancab Meulaboh 49.590 kilogram, dan Kancab Blangpidie 52.260 kilogram.
Sementara itu, penyaluran melalui Kancab Lhokseumawe, Sigli, Kutacane dan Takengon masih dalam tahap persiapan.
Budi menjelaskan, luas wilayah Aceh membuat proses distribusi harus dilakukan dengan memperhatikan kesiapan masing-masing daerah.
BULOG Kanwil Aceh memperkuat penyaluran melalui tujuh kantor cabang, yakni Kancab Sigli, Lhokseumawe, Takengon, Langsa, Blangpidie, Meulaboh dan Kutacane.
“Setiap wilayah memiliki tahapan dan kesiapan masing-masing. Namun, tujuan kita sama, yaitu memastikan bantuan pangan sampai kepada penerima manfaat,” katanya.
Salah satu penyaluran perdana dilakukan pada 15 Agustus 2026 di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Penyaluran dipusatkan di Kantor Camat Darussalam dan menyasar masyarakat dari Gampong Lambiheu La, Lieue, Berabung dan Lampuja.
Untuk alokasi Juli-September 2026, setiap penerima bantuan pangan mendapatkan 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), BULOG, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong dan pihak terkait lainnya.
Menurutnya, realisasi 0,75 persen hingga 18 Agustus bukan menjadi ukuran akhir. Penyaluran masih terus berlangsung dan akan ditingkatkan hingga seluruh alokasi bantuan tersalurkan.
“Bantuan pangan tidak cukup hanya tersedia di gudang. Yang paling penting bagaimana bantuan itu bergerak dan sampai kepada masyarakat yang berhak,” tutupnya. [*]
Share berita ini