Aceh Tengah Percepat Serapan TKD dan Bankeu Rp27 Miliar, 59 Paket Jadi Sasaran

DIALEKSIS.COM | Takengon - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mempercepat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) danBantuan Keuangan Khusus (Bankeu) untuk mendukung penyelesaian berbagai program pembangunan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat percepatan realisasi TKD dan Bankeu yang digelar di Ruang Kerja Bupati Aceh Tengah, Sabtu (3/10/2026).

Rapat dipimpin Bupati Aceh Tengah Haili Yoga bersama Wakil Bupati Muchsin Hasan dan dihadiri Plt Sekda, para asisten, staf ahli serta kepala SKPK terkait.

Dalam rapat terungkap, pagu anggaran Bankeu yang bersumber dari Pemprov Sumut dan Pemkab Solok mencapai Rp27 miliar. Anggaran tersebut mencakup 59 paket kegiatan yang tersebar pada enam OPD pengampu.

Hingga saat ini, realisasi fisik tercatat 20,38 persen, sedangkan realisasi keuangan mencapai 27 persen.

Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan mengatakan progres realisasi TKD dan Bankeu sudah berada di jalur yang baik. Namun, percepatan tetap diperlukan agar target serapan anggaran dapat tercapai.

"Minimal bulan 10 ini tutup kita sudah realisasi lebih dari 50 persen," ujar Muchsin.

Menurutnya, seluruh proses tender telah dilaksanakan dan pekerjaan fisik terus dimaksimalkan. Pemkab juga terus mencari solusi atas sejumlah kendala di lapangan, termasuk proses dana pada Dinas Pertanahan yang masih menunggu tahapan KJPP.

Muchsin berharap seluruh kegiatan dapat diselesaikan hingga mencapai realisasi 100 persen sehingga Pemkab Aceh Tengah dapat mengajukan tambahan anggaran lainnya.

Ia juga meminta setiap kegiatan memiliki laporan berdasarkan tanggal yang telah ditentukan agar perkembangan realisasi dapat dipantau secara berkala.

Kepala Bappeda Aceh Tengah Jumadil Enka menjelaskan, peningkatan realisasi juga sangat bergantung pada serapan dana perusahaan pelaksana kegiatan.

Karena itu, perusahaan pelaksana didorong segera mengambil dana persiapan maupun dana untuk tahapan pekerjaan berikutnya agar persentase serapan terus meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Latief Rusdi menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, khususnya dalam proses pengadaan tanah untuk hunian tetap (huntap).

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah Andalika juga menyampaikan bahwa Satgas PRR Aceh Tengah telah dibentuk melalui surat keputusan. Dinas pengampu diminta melengkapi data serta menunjuk PIC untuk melakukan pembaruan data.

Di akhir rapat, Bupati Haili Yoga menegaskan Pemkab Aceh Tengah saat ini fokus menuntaskan realisasi fisik dan keuangan, baik untuk kegiatan kebencanaan maupun program pada masing-masing dinas.

"Pada saat ini kita fokus untuk menyelesaikan realisasi fisik dan keuangan baik itu kebencanaan maupun kegiatan yang ada di dalam dinas-dinas agar pada waktunya hal ini selesai seluruhnya," tegas Haili Yoga.

Ia juga meminta data kebencanaan diperkuat dan dipilah berdasarkan sumber pendanaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan sinkronisasi pekerjaan di lapangan dan mencegah terjadinya tumpang tindih kegiatan.

Selain itu, Haili Yoga mendorong adanya terobosan dalam penyerapan anggaran pada tahun berikutnya melalui kegiatan Pra-DIPA agar pelaksanaan dan penyerapan anggaran dapat dilakukan lebih cepat sesuai aturan. [*]

Share berita ini

dialeksis.com