DIALEKSIS.COM | Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pemerintah memperkuat pembiayaan BPJS Kesehatan untuk memastikan masyarakat miskin tetap mendapat layanan kesehatan yang layak.
Edy menilai ketahanan pembiayaan BPJS perlu menjadi perhatian serius karena persoalan keuangan berisiko berdampak pada pelayanan rumah sakit. Ia menyebut BPJS Kesehatan mengalami defisit sekitar Rp2 triliun per bulan, di tengah tekanan inflasi dan pelemahan nilai rupiah.
Menurut Edy, pemerintah juga perlu memastikan dukungan anggaran bagi 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tetap memadai. Ia meminta pemerintah segera mencairkan dana cadangan Rp20 triliun yang telah disiapkan dalam APBN 2026 untuk mengantisipasi defisit BPJS.
“Sekarang BPJS sudah defisit maka Rp20 triliun itu di tahun 2026 baru segera dikeluarkan oleh Menteri Keuangan,” kata Edy dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia khawatir keterlambatan pembayaran klaim kepada rumah sakit dapat mengganggu ketahanan fasilitas kesehatan dan berujung pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Edy juga meminta pemerintah menyiapkan skema pembiayaan BPJS Kesehatan untuk 2027 dengan memperhitungkan potensi defisit dan tekanan ekonomi. Menurut dia, langkah tersebut penting agar persoalan pembiayaan tidak kembali mengancam layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin.
“Untuk mengantisipasi jangan sampai 2027 itu mengalami ketahanan pembiayaan kesehatan yang lemah. Yang itu nanti dampaknya pada layanan kesehatan terutama orang miskin,” ujarnya.
1. **BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, DPR Dorong Pemerintah Cairkan Dana Cadangan**
2. **DPR Desak Pemerintah Cairkan Rp20 Triliun untuk Atasi Defisit BPJS Kesehatan**
3. **BPJS Kesehatan Defisit, DPR Khawatir Layanan Rumah Sakit Terganggu**
4. **Edy Wuryanto Soroti Defisit BPJS Kesehatan Rp2 Triliun per Bulan**
5. **DPR Minta Dana Cadangan Rp20 Triliun Segera Digelontorkan untuk BPJS Kesehatan**
6. **96,8 Juta Peserta PBI Bergantung pada BPJS, DPR Minta Pembiayaan Diperkuat**
7. **Defisit BPJS Kesehatan Mengkhawatirkan, DPR Ingatkan Dampaknya ke Masyarakat Miskin**
8. **DPR Ingatkan Ancaman Defisit BPJS Kesehatan terhadap Layanan Rumah Sakit**
Share berita ini