DIALEKSIS.COM | Jakarta - Persaingan merek mobil di Indonesia semakin ketat. BYD mendekati Mitsubishi Motors dalam perebutan posisi keempat penjualan nasional, sementara Toyota dan Daihatsu masih memimpin pasar sepanjang Januari - September 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi Motors membukukan penjualan wholesales sebanyak 48.414 unit dengan pangsa pasar 7,1 persen. BYD menyusul di urutan kelima melalui penjualan 43.727 unit atau menguasai 6,4 persen pasar. Selisih keduanya mencapai 4.687 unit. Penjualan wholesales merupakan distribusi kendaraan dari pabrikan kepada diler.
Jarak penjualan kedua merek itu menyempit dibandingkan posisi hingga Agustus 2026. Saat itu, Mitsubishi mencatatkan distribusi 43.753 unit, sedangkan BYD sebanyak 37.696 unit, dengan selisih 6.057 unit. Berdasarkan perhitungan atas angka tersebut, keunggulan Mitsubishi berkurang 1.370 unit setelah penjualan September diperhitungkan.
Pada September saja, BYD membukukan distribusi 6.031 unit dan menempati peringkat ketiga, di bawah Toyota dan Daihatsu. Mitsubishi Motors mencatatkan 4.661 unit. Capaian bulanan tersebut membuat BYD semakin dekat dengan Mitsubishi dalam peringkat kumulatif sembilan bulan.
Dari sisi penjualan ritel atau penyerahan kendaraan dari diler kepada konsumen, Mitsubishi membukukan 4.515 unit pada September 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan Agustus yang mencapai 5.561 unit.
Secara kumulatif, penjualan ritel Mitsubishi mencapai 50.407 unit selama Januari–September 2026. Pada periode yang sama, penjualan ritel BYD tercatat sekitar 42.710 unit, terpaut sekitar 7.697 unit dari Mitsubishi.
Di tengah persaingan tersebut, Toyota dan Daihatsu mempertahankan keunggulan. Toyota membukukan distribusi 197.809 unit dengan pangsa pasar 29,1 persen, disusul Daihatsu sebanyak 112.442 unit atau 16,6 persen.
Jika digabungkan, penjualan kedua merek tersebut mencapai 310.251 unit. Berdasarkan perhitungan terhadap total distribusi nasional, Toyota dan Daihatsu menguasai sekitar 45,7 persen pasar mobil Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Suzuki berada di urutan ketiga dengan distribusi 53.224 unit atau pangsa pasar 7,8 persen. Mitsubishi Motors dan BYD melengkapi jajaran lima besar merek dengan penjualan terbanyak pada periode tersebut.
Persaingan antarmerek berlangsung ketika pasar otomotif nasional tumbuh secara tahunan. Sepanjang Januari–September 2026, distribusi mobil mencapai 679.020 unit, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan 561.405 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan ritel juga bertambah, dari 585.926 unit menjadi 676.223 unit, atau tumbuh sekitar 15,4 persen.
Menghadapi persaingan tersebut, Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Kazuto Azuma, menyatakan perusahaan akan memperkuat produk serta layanan kepada pelanggan.
“Kami akan terus berfokus pada penguatan daya saing melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan purnajual, serta upaya menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan,” ujar Azuma kepada Kompas.com, sebagaimana diberitakan pada Kamis (29/10/2026).
Menurut Azuma, upaya mempertahankan posisi di pasar juga mencakup pemberian nilai tambah dan pengalaman kepemilikan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Share berita ini