World Cup, Pesta yang dinanti umat dunia setiap empat tahunan menjadi "pesta" olah raga terbesar di bumi. Hiruk pikuk sepak bola dengan segala yang melekat padannya begitu riuh redam. Gemuruh yang dialunkan menjadi magnet penarik warga bumi saat ini hanya fokus pada piala dunia.
Qatar menjadi negara kedua di asia yang mendapat keberuntungan menggelar event megah ini. Negara kecil dengan penduduk hanya lebih kurang 2,3 juta jiwa namun percaya diri mampu menggelar gelaran akbar piala dunia.
Delapan stadium megah mampu disiapkan, segala fasilitas bagi tamu dari seluruh pelosok dunia disiapkan, tranportasi, akomodasi dan teknis detail penyelenggaraan dapat dipenuhi dengan sangat baik.
Semua warga qatar menjadi "panitia" menyukseskan piala dunia. Berjuta orang memasuki Qatar untuk piala dunia..hikmah besar yang sangat disadari kerajaan qatar untuk mempromosikan qatar, arab dan islam.
[Foto: For Dialeksis]
Qatar sepertinya sangat memahami inilah waktu dan kesempatan terbaik menunjukkan wajah arab (islam) pada dunia. Keramahan, tata kota yang modern dengan desain kekinian tanpa melupakan budaya dan sejarah masa lalu. Moda transportasi yang canggih, mencakup semua akses bersih dan gratis bagi pemegang hayya card (khusus yang beli tiket bola) kualitas dan kebersihan fasiltas umum, toilet ber ac mungkin hanya kita temukan di qatar.
Perilaku warga yang ramah dan sopan, ketertiban dan menunjukkan kemakmuran yang beradab inilah kami bangsa arab, inilah kami islam. Kampanye kalimah ilahi dan sunnah rasul muncul dalam berbagai bentuk, poster, seni, dan foto yang semuanya sangat elegan.
Tidak ada wajah kiay, ulama besar dengan serban tinggi tapi ini cukup dengan kemunculan kalimah yang indah ditempat yang mudah terlihat, atau penggalan pernyaataan orang "biasa" yang bernilai syiar dakwah keislaman.
Masjid menjadi tempat mengenalkan islam lebih dalam bagi turis khususnya non muslim, seperti masjid imam muhammad bin wahab melayani tamu muslim dan non muslim dengan sangat ramah. Sebelum naik ke masjid dijamu dengan kurma, kopi ahwa dan minuman mineral.
Bagi non muslim disiapkan abaya dan baju jubah yang bersih dan berkualitas (sekali pakai) semua gratis. Buku buku tentang islam disiapkan dalam bag yang menarik dicetak dalam tujuh bahasa dibagikan gratis.
Tempat wudhu, kamar mandi setara hotel bintang lima (keun cilet-cilet) terlepas banyak protes tentang aturan tidak boleh minuman keras, LGBT dan lainnya yang bagi komunitas dunia barat tidak lazim tapi syeh qatar tetap berprinsip inilah kami dengan budaya dan aturan kami untuk kemaslahatan semua.
Faktanya sampai saat ini tidak ada kerusuhan fans karena mabuk dan ini menjadikan Qatar sebagai penyelenggara piala dunia dengan penonton yang tanpa rusuh namun tetap riuh.
Qatar menampilkan islam terlihat indah, menyayangi, mengagumkan menjadi contoh dakwah tanpa paksaan dan kekerasan, lemah lembut penuh kesopanan dari pengalaman kami selama menyaksikan langsung piala dunia Qatar kami meyakini akan banyak umat dunia berpandangan positip tentang islam. Qatar "meyakinkan" dunia bahwa islam rahmatan lil alamin..
Edwar M. Nur
Doha, Qatar 27/11/2022
Share berita ini