DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Manajemen Persiraja Banda Aceh mengajak seluruh elemen suporter menjaga ketertiban dan menyampaikan kritik secara positif. Imbauan ini disampaikan setelah klub berjuluk Laskar Rencong tersebut dijatuhi denda Rp 95 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat sejumlah pelanggaran dalam laga melawan Sumsel United.
Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, mengatakan manajemen terbuka terhadap kritik dan aspirasi suporter. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi tidak merugikan tim yang tengah berjuang di Pegadaian Championship 2026/2027.
“Persiraja menerima kritikan dari seluruh elemen suporter. Namun, kami berharap dalam menyampaikan aspirasi tidak sampai merugikan tim,” ujar Gidong yang dilansir pada Jumat (16/10/2026).
Ia mengajak suporter bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban stadion. Menurutnya, komunikasi antara manajemen dan suporter selama ini berjalan harmonis sehingga perlu dipertahankan demi kepentingan klub.
Berdasarkan keputusan Komdis PSSI, Persiraja dijatuhi denda Rp 95 juta atas sejumlah pelanggaran dalam pertandingan melawan Sumsel United di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (2/10/2026).
Rinciannya, denda Rp 15 juta akibat yel-yel provokatif yang menghina perangkat pertandingan, Rp 30 juta karena pembakaran satu spanduk di Tribun Utara, serta Rp 30 juta akibat lima suporter memasuki area lapangan setelah pertandingan berakhir.
Selain itu, panitia pelaksana pertandingan dikenai denda Rp 20 juta karena tidak menyediakan pengawalan bagi perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.
Gidong berharap insiden tersebut menjadi evaluasi bersama bagi klub, panitia, dan suporter. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran di stadion tidak hanya berdampak pada keuangan klub, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi tim dalam menjalani kompetisi.
Manajemen berharap dukungan positif suporter terus mengalir, baik saat Persiraja bermain di kandang maupun tandang. Dengan suasana pertandingan yang aman dan kondusif, Laskar Rencong diharapkan dapat lebih fokus meraih hasil terbaik demi masyarakat Aceh. [*]
Share berita ini