DIALEKSIS.COM | Jakarta - Timnas Indonesia menutup perjalanan di Piala AFF 2026 dengan hasil mengecewakan. Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).
Hasil tersebut memastikan Indonesia gagal melaju ke semifinal. Selain menghentikan langkah Garuda lebih awal, kiprah di Piala AFF 2026 juga berpotensi memengaruhi posisi Indonesia dalam ranking FIFA, meski dampaknya diperkirakan tidak terlalu besar.
Berdasarkan ranking resmi FIFA yang terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026, Indonesia berada di peringkat 118 dunia dengan koleksi 1.157,14 poin.
Posisi tersebut merupakan ranking resmi sebelum rangkaian pertandingan Piala AFF 2026 dimainkan.
Selama fase grup, Indonesia menjalani empat pertandingan dengan catatan dua kemenangan, satu kekalahan dan satu hasil imbang.
Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Hasil tersebut diperkirakan memberikan tambahan sekitar 1,44 poin FIFA.
Indonesia kemudian menang 3-0 atas Timor-Leste dan memperoleh tambahan sekitar 1,10 poin.
Namun, keuntungan tersebut mulai tergerus setelah Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. Kekalahan itu diperkirakan membuat Garuda kehilangan sekitar 2,18 poin.
Pada pertandingan terakhir melawan Singapura, hasil imbang 1-1 kembali mengurangi sekitar 0,45 poin.
Jika seluruh perubahan tersebut dikalkulasikan, Indonesia mengalami perubahan bersih sekitar minus 0,09 poin sepanjang Piala AFF 2026.
Dengan perhitungan sementara tersebut, koleksi poin Indonesia diperkirakan berada di sekitar 1.157,05 poin, turun tipis dibandingkan 1.157,14 poin pada ranking resmi FIFA 20 Juli 2026.
Peringkat 118 Belum Tentu Berubah
Meski kehilangan poin, Indonesia belum tentu langsung turun dari peringkat 118 dunia.
Pasalnya, posisi suatu negara dalam ranking FIFA tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan negara tersebut, tetapi juga bergantung pada perolehan poin negara-negara lain, terutama yang berada di sekitar Indonesia dalam klasemen.
Karena itu, penurunan sekitar 0,09 poin belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan Indonesia akan kehilangan peringkatnya.
FIFA menggunakan sistem penghitungan poin berbasis metode SUM. Dalam sistem tersebut, poin sebuah tim dapat bertambah atau berkurang berdasarkan hasil pertandingan, kekuatan lawan, serta bobot atau tingkat kepentingan laga.
Dengan demikian, kegagalan lolos dari fase grup Piala AFF tidak serta-merta membuat ranking Indonesia merosot tajam.
Dari empat pertandingan tersebut, dua kemenangan atas Kamboja dan Timor-Leste sempat memberikan tambahan poin. Namun, keuntungan itu praktis terhapus akibat kekalahan dari Vietnam dan hasil imbang menghadapi Singapura.
Secara matematis, perubahan bersih Indonesia tergolong sangat kecil.
Namun, kerugian lain dari tersingkirnya Indonesia di fase grup adalah hilangnya kesempatan memainkan pertandingan tambahan di semifinal maupun final.
Apabila mampu melaju lebih jauh dan mencatatkan hasil positif menghadapi lawan dengan ranking lebih baik, Indonesia berpeluang memperoleh tambahan poin yang lebih besar.
Menunggu Ranking Resmi FIFA
Dengan perubahan poin yang tipis, Indonesia diperkirakan tetap berada di sekitar posisi 118 dunia.
Namun, persaingan di sekitar posisi tersebut relatif ketat. Karena itu, perubahan kecil pada poin Indonesia maupun negara lain tetap dapat mengubah urutan ranking.
Kondisi tersebut membuat hasil Piala AFF 2026 lebih tepat disebut berpotensi memengaruhi ranking FIFA Indonesia secara tipis, bukan membuat posisi Garuda langsung anjlok.
Yang sudah dapat dipastikan, Indonesia gagal memanfaatkan Piala AFF 2026 sebagai momentum untuk memperbesar perolehan poin FIFA.
Skuad Garuda harus mengakhiri turnamen di fase grup dengan torehan dua kemenangan, satu kekalahan dan satu hasil imbang.
Sementara itu, ranking FIFA Indonesia belum berubah secara resmi. FIFA masih mencatat Indonesia di posisi 118 dunia dengan 1.157,14 poin berdasarkan pembaruan 20 Juli 2026.
Pembaruan ranking resmi selanjutnya dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.
Dengan demikian, angka sekitar 1.157,05 poin masih berupa kalkulasi sementara. Kepastian apakah Indonesia tetap bertahan di peringkat 118 atau mengalami perubahan posisi baru akan terlihat setelah FIFA menerbitkan ranking resminya.
Bagi Indonesia, persoalan terbesar dari kegagalan di Piala AFF 2026 bukan semata kehilangan sekitar 0,09 poin, melainkan hilangnya kesempatan memperbaiki posisi melalui pertandingan tambahan di fase gugur.
Share berita ini