DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong kemajuan industri otomotif nasional melalui pengembangan olahraga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) menjadi salah satu kunci membangun ekosistem sport tourism, sport industry, sekaligus prestasi olahraga.
Hal itu disampaikan Erick saat menghadiri IMI Awards 2025 yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-120 IMI di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Erick menilai perjalanan panjang IMI menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus mengembangkan olahraga otomotif secara berkelanjutan. Ia bahkan menyebut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih harus banyak belajar dari organisasi tersebut.
"IMI sudah 120 tahun. Saya rasa Kemenpora harus belajar banyak dengan IMI. Tahun lalu lewat Indonesia Sports Summits kami mulai mengonsolidasikan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, untuk bersama-sama mengembangkan sport tourism dan sport industry," ujar Erick.
Menurut Erick, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar setiap agenda olahraga nasional tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang nyata.
Karena itu, Kemenpora kini tengah menyiapkan peta jalan pengembangan event olahraga hingga 2029 dengan menitikberatkan pada dampak ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat.
"Presiden meminta kami menyiapkan agenda besar pariwisata dan event olahraga sampai 2029. Tetapi harus ada dampak ekonominya. Jangan sampai pemerintah hanya mengeluarkan anggaran, sementara pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan oleh daerah maupun Indonesia," kata Erick.
Salah satu contoh nyata, lanjut Erick, adalah penyelenggaraan MotoGP Indonesia yang dinilai memberikan manfaat ekonomi sangat besar.
Ia mengungkapkan ajang balap motor dunia tersebut mampu menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp4,9 triliun. Tak hanya itu, kehadiran event internasional juga menjadi panggung bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu menginspirasi generasi muda.
"Kita melihat MotoGP memberikan dampak ekonomi sebesar Rp4,9 triliun. Dari event seperti ini lahir local hero seperti Doni Tata Pradita, Rafid Topan Sucipto, hingga Veda Ega. Event menjadi stimulus untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi," jelasnya.
Erick berharap kolaborasi antara pemerintah dan IMI semakin kuat sehingga prestasi olahraga, sport tourism, dan industri otomotif bisa berkembang secara seimbang.
Menurutnya, ekosistem yang sehat akan membuat olahraga otomotif Indonesia semakin kompetitif sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya sangat terbuka mendorong IMI terus menjadi bagian dari ekosistem industri otomotif Indonesia. Ini sejalan dengan fokus pemerintah agar Indonesia semakin berdikari sebagai bangsa besar," tutup Erick. [a]
Share berita ini