DIALEKSIS.COM | New Jersey - Asap tebal dari kebakaran hutan di Kanada masih menyelimuti sejumlah wilayah di bagian timur Amerika Serikat, sehari menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di New Jersey, Minggu (19/7/2026).
Meski demikian, kepulan asap paling tebal diperkirakan telah meninggalkan kawasan tersebut sebelum pertandingan dimulai. Namun, lapisan asap yang lebih tipis masih berpotensi bergerak masuk dan membuat langit tampak berkabut.
Dikutip dari CNN, hujan deras yang bergerak cepat diperkirakan membawa angin dari arah selatan. Kondisi tersebut akan mendorong asap kembali ke utara sekaligus menghadirkan udara yang lebih segar pada Sabtu malam.
Setelah sistem cuaca tersebut berlalu, angin dari utara berpotensi membawa kembali asap menuju kawasan New York dan New Jersey pada Minggu sore. Namun, kepulan yang datang diperkirakan tidak akan setebal dan semenyesakkan kondisi beberapa hari sebelumnya.
Badai yang melanda New York City pada Sabtu sore hingga malam juga berpotensi menimbulkan hujan deras dan risiko banjir bandang dalam waktu singkat di kawasan perkotaan. Cuaca buruk tersebut diperkirakan mereda pada Minggu pagi.
Kondisi itu membuka peluang hadirnya cuaca yang lebih nyaman ketika Argentina dan Spanyol bertanding memperebutkan gelar juara dunia. Suhu udara pada Minggu sore diprediksi berada di kisaran 27 hingga 29 derajat Celsius.
Langit diperkirakan relatif cerah, meskipun masih mungkin diselimuti kabut tipis akibat sisa asap yang berada lebih tinggi dan tidak terlalu dekat dengan permukaan tanah. Kualitas udara juga diperkirakan membaik dibandingkan beberapa hari terakhir.
Asap kebakaran hutan Kanada sebelumnya menyebabkan kualitas udara berbahaya di kawasan Midwest, Northeast, dan Mid-Atlantic. Lebih dari 100 juta penduduk dilaporkan terpapar kepulan asap tebal tersebut.
Seorang warga Washington DC, Erin Cotton, mengaku awalnya tidak menyadari keberadaan asap hingga matanya terasa perih dan kedua anaknya mengeluhkan rasa gatal.
“Saat itulah saya teringat bagaimana rasanya ketika Kebakaran Palisades terjadi,” kata Cotton, yang pernah tinggal di California ketika salah satu kebakaran hutan terparah melanda negara bagian itu pada tahun sebelumnya.
Buruknya kualitas udara telah mengganggu berbagai kegiatan musim panas di lebih dari selusin negara bagian yang berada dalam status peringatan kualitas udara.
Sejumlah kegiatan terpaksa dibatalkan, mulai dari pawai bayi di Flint, Michigan, konser musik rock di Herndon, Virginia, hingga perlombaan lari America's Mile di Pittsburgh.
Taman hiburan Kennywood dan Sandcastle Water Park di Pennsylvania juga ditutup. Sementara itu, pertandingan bisbol antara Cleveland Guardians dan Pittsburgh Pirates serta RowFest National Championships di Michigan dibatalkan atau ditunda.
Milwaukee, Chicago, dan Detroit tercatat memiliki kualitas udara terburuk di Amerika Serikat pada Jumat pagi. Polusi akibat asap bahkan menyebar hingga ke wilayah selatan Ohio dan Virginia Barat.
Pemerintah Kota Chicago menyebut kualitas udara yang terjadi merupakan kondisi terburuk sepanjang sejarah pencatatan di kota tersebut.
“Masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan. Apabila harus keluar, gunakan masker N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik demi keselamatan,” demikian imbauan kantor wali kota melalui media sosial.
Dinas Kesehatan Detroit membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Pejabat di Philadelphia juga memperingatkan bahwa seluruh warga berpotensi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Di Washington DC, pemerintah membagikan masker kepada personel yang bekerja di luar ruangan. Aktivitas luar ruangan pemerintah dibatalkan, sedangkan kolam renang dan taman air terbuka ditutup untuk sementara waktu.
Kelompok rentan, termasuk warga yang memiliki penyakit tertentu, tunawisma, serta pekerja luar ruangan, menghadapi risiko kesehatan lebih besar akibat kualitas udara yang tidak aman.
Direktur Eksekutif Light of Life Rescue Mission, Jerrel Gilliam, mengatakan petugas komunitas di Pittsburgh meningkatkan pemeriksaan terhadap tunawisma serta menambahkan masker ke dalam paket perlengkapan kebersihan yang dibagikan.
“Menjadi tunawisma semakin berbahaya dalam kondisi cuaca seperti ini karena risiko dehidrasi. Orang-orang berkeringat dan kesulitan mengganti cairan tubuh sehingga mereka semakin berisiko,” katanya.
Dokter spesialis paru di Ohio, dr. Megan Conroy, memperkirakan jumlah pasien asma akan meningkat sepanjang akhir pekan hingga pekan berikutnya.
Menurut dia, pasien dengan gangguan pernapasan kemungkinan akan lebih sering menggunakan obat pereda cepat dan harus membatasi aktivitas fisik selama kualitas udara masih buruk.
Kondisi tersebut juga mengubah rencana warga yang ingin menikmati kemeriahan final Piala Dunia 2026 di ruang terbuka.
Warga Washington DC, Abigail Nguyen, sebelumnya berencana menyaksikan pertandingan bersama ribuan pendukung sepak bola lainnya di National Mall. Namun, karena kualitas udara memburuk, ia memutuskan menonton bersama teman serumahnya.
“Saya tidak bisa benar-benar merasakan sensasi dan energi dari keramaian. Hal itu menyedihkan karena seharusnya kami merayakan acara musim panas ini, bukan justru terkurung di dalam rumah,” ujar Nguyen.
Share berita ini