RSUDZA Perkuat Layanan Kanker Lewat Fellowship Onkologi

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang onkologi melalui program Fellowship Onkologi.

Program tersebut ditandai dengan pelepasan peserta fellowship yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelayanan klinis secara terstruktur.

Direktur RSUDZA Muhazar mengatakan, selesainya pendidikan fellowship bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab baru bagi peserta untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh bagi masyarakat.

“Atas nama Direksi RSUD dr. Zainoel Abidin, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Fellowship Onkologi. Kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan pasien dan masyarakat,” ujar Muhazar dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, peserta fellowship yang sebelumnya telah berstatus dokter spesialis mendapat penguatan kompetensi melalui pendidikan dan pelayanan klinis di bidang onkologi.

Muhazar berharap kompetensi tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kanker, terutama di rumah sakit kabupaten dan kota di Aceh.

Ia juga mengapresiasi para dokter pendidik dan pembimbing klinis, pengelola pendidikan, tenaga kesehatan, serta seluruh unit pelayanan yang mendukung pelaksanaan fellowship.

“Pendidikan dokter dengan kompetensi lanjutan merupakan kerja bersama. Ada proses pembelajaran, supervisi klinis, penyediaan kasus, pengelolaan fasilitas, penjaminan mutu dan evaluasi kompetensi,” katanya.

Sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh, RSUDZA memiliki peran dalam pengembangan kompetensi tenaga medis, penelitian, inovasi, dan peningkatan mutu pelayanan.

Muhazar mengatakan penguatan layanan kanker diperlukan karena Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pasien yang datang pada stadium lanjut, rendahnya pemahaman mengenai faktor risiko dan gejala awal kanker, keterbatasan layanan di daerah, serta perlunya penguatan sistem rujukan.

Karena itu, alumni Fellowship Onkologi diharapkan menjadi penggerak pelayanan kanker di daerah, termasuk dalam deteksi dini, tata laksana awal, edukasi masyarakat, dan memastikan pasien memperoleh rujukan lanjutan secara tepat waktu. [*]

Share berita ini

dialeksis.com