Program UMKM Hijau Kemenperin-BI Jangkau 250 Pelaku Usaha, Dorong Produksi Ramah Lingkungan

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) melalui Program UMKM Hijau untuk mendorong pelaku usaha menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri hijau kini menjadi kebutuhan strategis di tengah tuntutan global terhadap produk berkelanjutan.

“Industri hijau bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan agar industri nasional mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menghasilkan produk yang berdaya saing,” ujar Agus, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, kolaborasi Kemenperin dan BI dapat mempercepat transformasi UMKM sekaligus memperluas penerapan praktik produksi berkelanjutan di berbagai daerah.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menambahkan, penerapan industri hijau diperkuat melalui Standar Industri Hijau (SIH) yang menjadi pedoman bagi pelaku industri sesuai karakteristik sektornya.

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menyebut Program UMKM Hijau telah menjangkau lebih dari 250 UMKM di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.

Pada sektor batik dan tenun, pelaku UMKM mendapat pendampingan terkait penggunaan pewarna alami, pengurangan limbah, daur ulang malam, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Pemerintah berharap sinergi Kemenperin dan BI semakin memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. [red]

Share berita ini

dialeksis.com