DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk kualitas menu dan porsi makanan yang disajikan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan dapat menyampaikan laporan melalui media sosial, termasuk TikTok. Presiden menyatakan laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengiriman tim untuk mengevaluasi dapur yang dikeluhkan.
“Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa dan laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu, lapor langsung ke saya,” kata Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Ia menegaskan masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung melalui TikTok apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG.
“Gampang, ngomong di TikTok, langsung saya kirim tim untuk selesaikan,” ujarnya.
Presiden meminta pengawasan dilakukan secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar pemeriksaan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk meminta imbalan kepada pengelola dapur.
“Silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau mengerjakan. Jangan,” tegasnya.
Prabowo menilai masyarakat saat ini memiliki akses luas terhadap informasi melalui perangkat digital. Namun, ia meminta masyarakat tetap kritis karena informasi di media sosial belum tentu seluruhnya sesuai fakta.
“Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gawai. Namun, cerita di media sosial belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu,” katanya.
Menurut Presiden, MBG merupakan program strategis untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup. Pemenuhan gizi sejak dini diperlukan untuk mendukung perkembangan otak, tulang, dan otot, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan produktif.
“Saya tidak ingin melihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” tegas Prabowo.
Ia mengatakan anak yang memperoleh makanan bergizi memiliki peluang lebih baik untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pertanian, dunia kerja, ilmu pengetahuan, serta layanan kesehatan.
Presiden juga mengingatkan adanya risiko penyimpangan dalam pelaksanaan program. Karena itu, ia meminta masyarakat turut mengawasi agar bantuan makanan benar-benar diterima anak-anak dengan porsi dan kualitas yang sesuai.
“Rakyat awasi,” pesannya.
Dalam arahannya, Prabowo menyoroti pentingnya porsi protein hewani dalam menu MBG. Ia mengingatkan agar ayam dan telur disajikan dengan porsi yang wajar serta tidak diolah dengan cara yang berpotensi mengurangi nilai protein yang diterima setiap anak.
Share berita ini