DIALEKSIS.COM | Jakarta - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 mencatat sebanyak 230.123 peserta pendaftar, dengan 229.593 peserta atau 99,8 persen dinyatakan lolos verifikasi. Peserta OMI 2026 berasal dari 34 provinsi dan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan.
Kompetisi ini juga tidak hanya diikuti siswa madrasah. Data menunjukkan terdapat 13.271 siswa sekolah umum yang ikut ambil bagian. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi akademik yang digelar Kementerian Agama semakin mendapat tempat di kalangan pelajar.
"OMI bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun budaya berprestasi, sportivitas, dan kepercayaan diri anak-anak Indonesia," ujarnya yang dilansir pada Senin (7/9/2026).
Suyitno menegaskan tantangan setelah melihat angka partisipasi ini adalah bagaimana memastikan kompetisinya semakin berkualitas.
"Anak-anak yang ikut OMI harus mendapatkan pengalaman yang bermakna, bukan hanya mengejar medali atau peringkat," ujarnya.
Menurutnya, prestasi dalam kompetisi harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
"Kita ingin melahirkan anak-anak yang cerdas, berkarakter, sportif, sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Itulah makna penting dari kompetisi pendidikan," ungkapnya.
Dari sebaran peserta, Jawa Timur disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun, tingginya partisipasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sejumlah provinsi di luar Jawa juga mencatat partisipasi besar, antara lain Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Riau, Aceh, Lampung, Banten, dan Sumatera Barat.
Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khadijah, mengatakan persebaran tersebut menunjukkan OMI terus menjadi wadah kompetisi yang menjangkau pelajar dari berbagai wilayah.
"Angka partisipasi ini menunjukkan bahwa semangat berkompetisi dan berprestasi tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Dari berbagai provinsi, anak-anak kita menunjukkan antusiasme yang luar biasa," kata Nyayu.
"Ini menjadi modal penting untuk membangun talenta madrasah yang lebih kuat dan merata," tambahnya. Ia menambahkan, OMI juga diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa dengan beragam potensi akademik.
Rangkaian OMI 2026 akan berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. Tahap kabupaten/kota dijadwalkan pada 7-8/9 September 2026, dilanjutkan tingkat provinsi pada 5-6 Oktober 2026.
Selanjutnya, peserta terbaik akan melaju ke tingkat nasional yang digelar 10-11 November 2026, dengan pengumuman pemenang sekaligus penutupan pada 12 November 2026. [*]
Share berita ini