DIALEKSIS.COM | Jakarta - Angka kasus Covid-19 kembali meningkat di Indonesia. Melonjaknya kasus Covid-19 diduga karena kemunculan subvarian anyar Omicron XBB.
Kamis (4/10), tercatat penambahan sebanyak 4.951 pasien. Angka tersebut bertambah dari beberapa hari sebelumnya secara berturut-turut.
Tren kenaikan kasus Covid-19 seyogyanya membuat masyarakat untuk tetap waspada. Salah satunya dengan mewaspadai gejala. Segera lakukan pemeriksaan Covid-19 jika ada gejala yang muncul.
Baik Covid-19 maupun flu sama-sama menimbulkan gejala batuk. Namun, pada Covid-19, umumnya batuk bersifat kering. Sementara pada kasus flu, batuk cenderung berdahak.
Namun demikian, dokter spesialis paru-konsultan RSUP Persahabatan, Fathiyah Isbaniah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meski mengalami gejala batuk berdahak.
“Memang pada dasarnya cukup sulit membedakan Covid-19 dengan flu biasa. Keduanya sama-sama menimbulkan demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan mengatakan, gejala yang ditimbulkan infeksi subvarian teranyar ini cenderung ringan.
"Gejala mirip Omicron, tapi ada kemungkinan bercampur dengan gejala khas varian Delta, yakni anosmia," ujar Erlina dalam konferensi pers daring, Kamis (3/11).
Berikut beberapa gejala yang dialami pasien Covid-19 subvarian XBB:
- demam,
- batuk,
- lemas,
- sesak napas,
- nyeri tenggorokan,
- sakit kepala,
- pilek,
- mual-muntah,
- diare,
- anosmia atau penurunan fungsi indera perasa dan penciuman.
(CNN Indonesia)
Share berita ini