Kemenkes Siapkan RS Lapangan di Ruteng, Dilengkapi Ruang Operasi dan 100 Tempat Tidur

DIALEKSIS.COM | NTT - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa berdampak pada fasilitas kesehatan setempat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung persiapan rumah sakit lapangan tersebut pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Budi, lima tenda telah dipasang untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa. Empat tenda disiapkan untuk pasien, sedangkan satu tenda digunakan sebagai ruang operasi.

"Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi," ujar Budi.

Selain itu, tersedia tenda khusus Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada tahap awal, rumah sakit lapangan memiliki sekitar 60 tempat tidur.

Kemenkes akan menambah tenda rawat inap yang dikirim dari Bali sehingga kapasitas rumah sakit lapangan ditargetkan mencapai sedikitnya 100 tempat tidur.

"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," katanya.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi ruang operasi steril yang dapat diisolasi. Ruangan itu disiapkan untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi, termasuk korban trauma dan patah tulang akibat tertimpa bangunan.

Budi mengatakan konsep rumah sakit lapangan serupa sebelumnya telah digunakan dalam penanganan bencana di Sumedang dan Aceh.

Sebelum digunakan, ruang operasi akan dibersihkan dan disterilisasi untuk memastikan keamanan pasien serta mencegah infeksi.

Kemenkes juga berencana membangun rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan di wilayah yang rumah sakit rujukannya turut terdampak gempa.

Selain menyiapkan fasilitas, Kemenkes memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, serta berbagai logistik medis untuk mendukung penanganan korban.

Dengan fasilitas sementara tersebut, pelayanan kesehatan di wilayah terdampak diharapkan tetap berjalan sambil proses pemulihan fasilitas kesehatan utama dilakukan. [*]

Share berita ini

dialeksis.com