DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meraih Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia berkat program pemberdayaan masyarakat melalui revitalisasi kacang koro pedang di Aceh.
Penghargaan kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral tersebut diserahkan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). SBA dinilai berhasil mengembangkan potensi pangan lokal melalui program bertajuk Keberhasilan Merevitalisasi Kearifan Lokal Koro Meusyahu.
Program yang dijalankan bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) itu merupakan bagian dari PENDEKAR (Pelestarian pangan lokal, Eksistensi, Nilai Adat, dan Eratnya Kohesi Sosial, Komunitas Lingkar Tambang, Revitalisasi Mandiri Gampong).
Melalui program tersebut, SBA mendorong pengembangan kacang koro pedang sebagai alternatif bahan baku tempe sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Inisiatif ini berangkat dari persoalan ketergantungan Aceh terhadap pasokan kedelai dari luar daerah. Sekitar 90 persen kebutuhan kedelai di Aceh masih dipenuhi dari luar provinsi sehingga perajin tempe rentan terdampak fluktuasi harga global.
Direktur PT Solusi Bangun Andalas Edi Sarwono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui revitalisasi kacang koro pedang, kami ingin mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Edi.
Kacang koro pedang jadi alternatif bahan baku tempe
Dalam pelaksanaannya, SBA bersama RPA mengajak masyarakat di Desa Nagaumbang, yang merupakan bagian dari wilayah ring 1 perusahaan, untuk mengembangkan budidaya kacang koro pedang.
Komoditas tersebut dipilih karena memiliki biaya pokok produksi lebih rendah dan produktivitas lahan yang lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe juga berpotensi menekan biaya produksi perajin hingga 15 persen.
Pengembangan kacang koro pedang diharapkan dapat membantu perajin mengurangi ketergantungan terhadap pasokan kedelai dari luar Aceh. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal berpotensi mengurangi kebutuhan transportasi bahan baku dari luar provinsi sehingga turut menekan jejak emisi karbon.
Dorong pemberdayaan ekonomi masyarakat
Bagi SBA, program revitalisasi kacang koro pedang tidak hanya berorientasi pada pengembangan komoditas pertanian, tetapi juga membangun ekosistem pangan lokal yang melibatkan petani, kelompok pengolah pangan, dan pelaku usaha.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil pertanian diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sehingga menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan bagi masyarakat.
Program PENDEKAR sekaligus menjadi upaya SBA dalam melestarikan kearifan lokal, memperkuat kohesi sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
SBA berharap inisiatif tersebut dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang bisa direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, pengembangan kacang koro pedang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Tentang PT Solusi Bangun Andalas
PT Solusi Bangun Andalas merupakan anak perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang menjadi bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perusahaan memiliki kapasitas terpasang 1,8 juta ton semen per tahun.
SBA mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga serta fasilitas pengemasan yang berlokasi di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam, dan Dumai. [*]
Share berita ini