Keluarga Sakinah Mampu Hadapi Masalah Bersama, Bukan Bebas Masalah

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang bebas dari persoalan, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap tantangan melalui komunikasi, saling menghormati, dan saling menguatkan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, saat menghadiri kegiatan Senam dan Pengajian Sakinah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

"Keluarga sakinah bukan berarti tanpa masalah. Yang terpenting adalah bagaimana suami dan istri menghadapi persoalan bersama. Dunia ini terlalu berat untuk kita hadapi sendiri," ujar Abu Rokhmad yang dikutip pada Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, komunikasi yang sehat menjadi kunci menjaga ketahanan keluarga. Pasangan suami istri perlu membiasakan saling mendengar, berbagi cerita, dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin agar rumah menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan.

Abu Rokhmad juga mengajak ASN meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam memperlakukan pasangan dengan penuh penghormatan. Sikap saling memuliakan, kata dia, perlu menjadi budaya dalam keluarga sekaligus tercermin di lingkungan kerja.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib mengatakan pembinaan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk ASN yang berintegritas dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, psikolog pernikahan Risatianti Kolopaking menjelaskan bahwa kedekatan, kepercayaan, dan kesetiaan merupakan tiga fondasi utama keluarga sakinah. Menurutnya, ketiga nilai tersebut harus dibangun melalui komunikasi yang konsisten, empati, serta komitmen untuk saling mendengarkan dan menghargai pasangan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 219 peserta yang terdiri dari pimpinan dan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari pembinaan ketahanan keluarga bagi aparatur sipil negara. [*]

Share berita ini

dialeksis.com