DIALEKSIS.COM | Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 mengungkap sejumlah masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia.
Selain karies gigi, hasil skrining menunjukkan tingginya kasus hipertensi, diabetes, obesitas, hingga gangguan kolesterol.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hasil pemeriksaan, terutama jika ditemukan tekanan darah atau kadar gula darah tinggi.
Menurut Menkes, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.
"Dari penyakit nomor 1, 2, dan 4, stroke, jantung, dan ginjal itu penyebabnya hipertensi, diabetes, dan kolesterol," kata Budi dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan hasil CKG, karies gigi menjadi temuan dengan proporsi tertinggi. Dari 53,9 juta peserta yang diperiksa, sebanyak 17.538.649 orang atau 32,5 persen mengalami karies gigi.
"Masalah CKG yang paling besar ternyata gigi. Padahal gigi ini bisa menjadi sumber segala macam penyakit," ujar Budi.
Di sisi lain, Indonesia masih kekurangan sekitar 2.700 dokter gigi di Puskesmas.
Hipertensi dan Diabetes Banyak Belum Diobati
Untuk penyakit tidak menular, CKG menemukan 7,13 juta kasus hipertensi atau 9,7 persen dari 73,1 juta peserta yang diperiksa. Selain itu, sebanyak 7,25 juta orang atau 9,9 persen mengalami pre-hipertensi.
Sementara itu, kasus diabetes tercatat 1,19 juta atau 2,2 persen. Sebanyak 2,49 juta peserta lainnya atau 4,5 persen berada dalam kondisi pre-diabetes.
Pada peserta berusia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes, temuan dislipidemia atau kolesterol tinggi mencapai 72,7 persen atau 256.485 orang.
Menkes mengatakan tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat yang telah terdeteksi penyakit mendapatkan pengobatan dan melakukan pengendalian secara berkelanjutan.
Dari 7,13 juta kasus hipertensi yang ditemukan melalui CKG, baru 755.907 orang atau sekitar 11 persen yang aktif menjalani pengobatan.
Sedangkan dari 1,19 juta kasus diabetes, baru 151.552 orang atau sekitar 13 persen yang tercatat menjalani pengobatan.
Masyarakat yang mendapatkan hasil pemeriksaan dengan tekanan darah atau kadar gula darah tinggi diminta segera berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Obat untuk penyakit tersebut dapat diperoleh secara gratis melalui Puskesmas sesuai hasil pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.
"Tolong jangan anggap remeh kalau tekanan darahnya sudah di atas 120/80, mendingan datang ke Puskesmas dikasih obat gratis," kata Budi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak merasa sehat hanya karena belum merasakan gejala. "Kalau didiamkan saja merasa dirinya sehat, 3 sampai 5 tahun nanti bisa kena stroke atau cuci darah," pungkasnya. [*]
Share berita ini