Pemilu Zambia: Hakainde Hichilema Unggul 59 Persen, Oposisi Klaim Ada Penggerebekan Bersenjata

DIALEKSIS.COM | Zambia - Presiden petahana Zambia, Hakainde Hichilema, unggul sementara dalam pemilihan umum setelah meraih hampir 59 persen suara dari penghitungan lebih dari separuh daerah pemilihan.

Pesaing terdekatnya, Brian Mundubile dari oposisi National Reconciliation Party for Unity and Prosperity (NRPUP), memperoleh sekitar sepertiga suara. Jika mampu mempertahankan lebih dari 50 persen suara, Hichilema akan kembali terpilih tanpa perlu putaran kedua.

Pemungutan suara telah usai pada hari Kamis, dan menurut komisi pemilihan umum, hingga hari Minggu (16/8/2026) -- dengan penghitungan suara yang telah mencakup lebih dari separuh daerah pemilihan -- Hichilema telah mengamankan hampir 59 persen suara.

Namun, proses pemilu diwarnai kontroversi. Penghitungan suara sempat dihentikan sekitar enam jam akibat laporan kekerasan terhadap petugas dan dugaan pencurian surat suara. Misi pengamat Uni Eropa menilai pemilu berlangsung kompetitif, tetapi menguntungkan petahana, antara lain karena bias pemberitaan media pemerintah dan bercampurnya kegiatan pemerintahan dengan kampanye.

Situasi semakin memanas setelah NRPUP menuduh personel bersenjata yang diyakini anggota militer memasuki kediaman Mundubile di Lusaka. Partai tersebut menyebut terjadi penembakan dan beberapa orang dibawa pergi. Mundubile menyerukan keterlibatan pihak regional dan internasional, tetapi meminta pendukungnya tidak melakukan aksi balasan.

Hingga kini, otoritas Zambia belum menanggapi tuduhan tersebut. Hasil akhir pemilu diperkirakan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Zambia dikenal memiliki sejarah pergantian kekuasaan secara damai sejak kembali menerapkan sistem multipartai pada 1991. Hichilema sebelumnya memenangkan pemilu 2021 di tengah tantangan ekonomi dan tingginya angka kemiskinan. [Aljazeera, AFP]

Share berita ini

dialeksis.com