Wagub Aceh Hadiri Haul Ke-4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri haul keempat Tgk. H. Muhammad Amin bin Mahmud Syah atau Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Kabupaten Bireuen, Minggu, 16 Agustus 2026.

Fadhlullah datang bersama istrinya, Mukarramah. Turut mendampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh Akkar Arafat dan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Misran Fuadi.

Kedatangan Wakil Gubernur disambut keluarga besar Abu Tumin, di antaranya Tu Haidar dan Tu Ahmat. Fadhlullah kemudian mengikuti rangkaian haul dan doa bersama untuk almarhum.

Sejumlah ulama dan pimpinan dayah dari berbagai daerah di Aceh ikut menghadiri peringatan tersebut. Mereka antara lain pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh Tgk. H. M. Daud Hasbi, pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada Tgk. H. M. Yunus Adami atau Abu M. Yunus Palda, Abu Zainuddin Bayu, serta pimpinan Dayah Raudhatul Thalabah Ulee Titi Tgk. H. Athaillah Ishak Al Amiry atau Abu Ulee Titi.

Fadhlullah mengatakan Abu Tumin merupakan salah satu ulama yang memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan Islam dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Menurut dia, pengabdian Abu Tumin melalui dayah, dakwah, dan pembinaan umat telah meninggalkan jejak panjang bagi masyarakat.

Ia menilai warisan seorang ulama tidak hanya berupa lembaga pendidikan yang ditinggalkan. Ilmu, akhlak, keteladanan, serta nilai-nilai yang ditanamkan kepada santri dan masyarakat, kata dia, menjadi warisan yang terus hidup lintas generasi.

“Keteladanan, keilmuan, dan pengabdian beliau diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” kata Fadhlullah.

Fadhlullah berharap hubungan Pemerintah Aceh dengan ulama dan pimpinan dayah terus diperkuat. Menurut dia, ulama memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus membentuk generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak.

Haul Abu Tumin sekaligus menjadi ruang pertemuan Fadhlullah dengan para ulama, pimpinan dayah, alumni, keluarga almarhum, dan masyarakat. Pemerintah Aceh memandang komunikasi dengan kalangan ulama penting dalam menjaga nilai keislaman, adat, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Kunjungan ke lingkungan dayah dan silaturahmi dengan ulama bukan kali pertama dilakukan Fadhlullah sejak menjabat Wakil Gubernur Aceh. Ia diketahui cukup rutin mendatangi ulama dan menghadiri kegiatan keagamaan di sejumlah dayah.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2026, Fadhlullah juga menghadiri Milad ke-28 Dayah Terpadu Inshafuddin di Banda Aceh. Dalam sejumlah kesempatan lain, ia menjadikan kunjungan ke dayah dan pertemuan dengan ulama sebagai bagian dari agenda silaturahmi Pemerintah Aceh dengan kalangan pesantren dan tokoh agama.

Kebiasaan tersebut memperlihatkan upaya Fadhlullah menjaga jalur komunikasi dengan ulama, terutama karena dayah dan para teungku memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Aceh. Pertemuan-pertemuan itu juga menjadi ruang untuk mendengar pandangan serta masukan ulama mengenai persoalan umat dan pembangunan daerah.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Fadhlullah pada haul Abu Tumin tidak hanya menjadi penghormatan kepada ulama kharismatik Aceh yang telah wafat. Kunjungan itu sekaligus melanjutkan pola silaturahmi Pemerintah Aceh dengan kalangan dayah dan ulama.

Rangkaian haul berlangsung khidmat. Para jamaah mengenang pengabdian Abu Tumin sekaligus mendoakan almarhum. Bagi keluarga, alumni, dan para santri, haul tersebut menjadi momentum merawat ingatan atas perjuangan Abu Tumin dalam mendidik santri, membina umat, dan mengembangkan pendidikan dayah di Aceh.

Share berita ini

dialeksis.com