Menhub: Budaya Keselamatan Berkendara Harus Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Slogan

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan budaya keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari kebiasaan setiap pengemudi, terutama pengemudi transportasi berbasis aplikasi yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat.

Menurut Dudy, masyarakat mempercayakan keselamatan perjalanannya kepada para pengemudi. Karena itu, keselamatan tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban mematuhi aturan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap perjalanan.

"Keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam bekerja, bukan sekadar slogan," ujar Dudy.

Ia menekankan, keberhasilan sebuah perjalanan tidak hanya diukur dari ketepatan waktu, tetapi juga dari tercapainya tujuan dengan selamat. Untuk itu, disiplin berlalu lintas, menghormati pengguna jalan lain, menjaga kondisi kendaraan, serta mengedepankan etika pelayanan menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.

Dudy juga menilai penguatan transportasi digital harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya keselamatan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan penyedia layanan, dan para pengemudi penting untuk membangun ekosistem transportasi yang profesional, aman, dan dipercaya masyarakat.

Ia berharap budaya keselamatan semakin mengakar sehingga mampu menciptakan sistem transportasi yang tertib, nyaman, berkelanjutan, sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan. [red]

Share berita ini

dialeksis.com