DIALEKSIS.COM | Jakarta - Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) turut mengubah pola kejahatan siber. Teknologi seperti deepfake, suara sintetis, dan rekayasa sosial membuat penipuan semakin sulit dikenali.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan kondisi tersebut membuat keamanan siber tidak bisa lagi ditempatkan sebagai langkah setelah serangan terjadi. Keamanan harus dirancang sejak awal dalam pembangunan teknologi dan platform digital.
“Kita perlu bergeser ke desain atau proses bisnis yang mengutamakan keamanan. Ini yang kita sebut sebagai security by design,” tegas Nezar yang dilansir pada Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, AI tidak hanya memperkuat pertahanan siber, tetapi juga meningkatkan kemampuan pelaku kejahatan dalam mempercepat, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan serangan.
Di Indonesia, ancaman tersebut antara lain terlihat dari penipuan menggunakan suara sintetis yang meniru orang terdekat maupun tokoh terkenal. Gelombang penipuan berbasis AI disebut telah menimbulkan kerugian hingga Rp9,1 triliun.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong tata kelola keamanan AI yang mampu menjaga inovasi sekaligus memastikan aspek keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan dibangun sejak awal.
Pemerintah juga memperkuat perlindungan masyarakat melalui infrastruktur anti-scam, pencegahan di tingkat operator, serta verifikasi pengguna dengan dukungan AI. Sistem deteksi penipuan nasional diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk pengguna di wilayah pedesaan.
Penguatan keamanan siber juga dilakukan melalui pertukaran intelijen ancaman antara pemerintah dan industri, pengembangan sistem deteksi berbasis AI, serta peningkatan talenta keamanan siber melalui kerja sama perguruan tinggi dan industri.
Nezar menilai pengalaman serangan terhadap Pusat Data Nasional menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk mengubah pendekatan keamanan siber dari reaktif menjadi preventif.
“Pengalaman itu telah memberi kita pelajaran yang sangat berharga,” pungkas Nezar. [*]
Share berita ini