DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Junaidi, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya putra asli Aceh, Arman Fauzi, sebagai Anggota Komisi Informasi (KI) Pusat Republik Indonesia periode 2026–2030.
Menurut Junaidi, terpilihnya Arman Fauzi menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh sekaligus membuka peluang memperkuat pelaksanaan keterbukaan informasi publik di daerah.
Arman Fauzi ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh Komisioner KI Pusat periode 2026–2030 dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa (30/6/2026), setelah melalui proses seleksi nasional.
Junaidi mengatakan, Arman Fauzi merupakan putra Aceh pertama yang berhasil menjadi Anggota KI Pusat sejak lembaga tersebut berdiri.
"Setahu kami, selama KI Pusat berdiri, baru kali ini putra asli Aceh terpilih menjadi anggota Komisi Informasi Pusat. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi Aceh," kata Junaidi kepada Dialeksis.com, Kamis (2/7/2026).
Ia berharap pengalaman Arman Fauzi yang pernah dua periode menjadi Komisioner KIA, termasuk sebagai Ketua KIA periode 2020–2025, dapat membawa dampak positif bagi penguatan kelembagaan Komisi Informasi Aceh.
"Kami percaya pengalaman, kompetensi, dan jejaring yang dimiliki Arman Fauzi akan memberikan dukungan strategis bagi Aceh dalam meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik," ujarnya.
Junaidi juga menegaskan KIA siap memperkuat kolaborasi dengan KI Pusat. Menurutnya, kehadiran putra Aceh di tingkat nasional diharapkan dapat mempermudah koordinasi terkait kebijakan strategis, regulasi, hingga penguatan kelembagaan.
"Kami berharap komunikasi antara KIA dan KI Pusat semakin aktif dan mampu memperkuat peran Komisi Informasi Aceh dalam mendorong keterbukaan informasi publik di daerah. Apalagi terkait kebijakan strategis dan teknis seperti perubahan regulasi, informasi perubahan juklak dan juknis internal komisi informasi serta agenda kelembagaan lainnya menjadi hal yang urgen dan strategis bagi penguatan lembaga KIA, terlebih dengan adanya putra Aceh di KI Pusat, diharapkan komunikasi bisa menjadi lebih aktif, dinamis dan proaktif antara KIA dan KI Pusat," pungkasnya.[nh]
Share berita ini