DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sebanyak 687 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan empat aksi unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026). Pengamanan melibatkan personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran.
"687 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa, dibantu oleh tim Yan Unras wilayah Jakarta Pusat," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya.
Erlyn mengatakan ada empat kelompok massa yang dijadwalkan menggelar aksi pada hari ini. Aksi pertama dilakukan Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum bersama sejumlah elemen massa di kawasan Gambir mulai pukul 10.00 WIB.
Pada waktu yang sama, Pengurus Komite Mahasiswa dan Pemuda Reformasi (KMP Reformasi) juga menggelar aksi di depan Kantor LBH DPN, Jalan Bungur Besar Raya, Senen, Jakarta Pusat.
Selanjutnya, Aliansi Cipayung Plus Jakarta Selatan yang terdiri dari LMND, HMP MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, dan KAMMI akan menggelar aksi di depan Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jalan Jenderal Sudirman, pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda DKI Jakarta dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI pada pukul 14.00 WIB.
Polisi memastikan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional agar aksi berjalan aman serta tertib. Peserta unjuk rasa juga diimbau menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan provokatif maupun anarkis.
Selain itu, kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional jika terjadi peningkatan jumlah massa di lokasi aksi.
Masyarakat yang akan melintas di kawasan Gambir dan Senayan diminta mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan mengatur waktu perjalanan atau menggunakan jalur alternatif.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati. Silakan gunakan rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," ujar Erlyn.
Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan pengamanan dilakukan untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap terlaksana, sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas warga. [*]
Share berita ini